Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wastam Seolah Enggan Meninggalkan Pusara Anaknya

Saat pelayat perlahan meninggalkan lokasi pemakaman, Wastam masih terlihat menangis dan memegangi nisan anaknya itu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Muh Radlis
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Wastam Seolah Enggan Meninggalkan Pusara Anaknya
Tribun Jateng/ Muh Radlis
Wastam (peci putih) berdoa di pusara anaknya yang jadi korban kerusuhan suporter Persita Tangerang dan PSMS Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Jenazah korban bentrokan suporter Persita Tangerang dan suporter PSMS Medan telah dimakamkan di kampung halaman ayahnya di Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/10/2017).

Korban bernama Banu Rusman (17) itu tewas setelah dirawat di rumah sakit.

Ayah korban, Wastam, terlihat sangat terpukul kehilangan anaknya.

Saat pelayat perlahan meninggalkan lokasi pemakaman, Wastam masih terlihat menangis dan memegangi nisan anaknya itu.

Pemakaman korban dihadiri oleh keluarga, teman korban hingga perwakilan suporter sepakbola di Pekalongan.

Baca: Dua Siswi di Pekalongan Kepergok Pesta Miras Bersama Empat Rekannya

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tidak menyangka, betul betul tidak menyangka kejadian ini menimpa anak saya," kata Wastam.

Kesedihan dirasakan mendalam oleh Wastam. Saat pemakaman sudah ditinggalkan oleh peziarah, Wastam masih nampak berdoa di pusara anaknya.

Jenazah Banu tiba di kampung halaman ayahnya pada Jumat (13/10/2017) dini hari.

Selama ini, Banu tinggal di Tangerang sementara ayahnya tinggal di Pekalongan.

Bentrokan antara suporter ini terjadi pada Rabu (11/10/2017) lalu.

Beberapa korban jatuh akibat bentrokan antar suporter tersebut.

Meski sempat dirawat di rumah sakit, namun nyawa Banu tak tertolong.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas