Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Ganjar Pantau Normalisasi Sungai Cabean Langganan Banjir

Warga sekitar daerah aliran sungai Cabean di Desa Sidorejo, Demak, selalu diteror banjir karena air meluap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Gubernur Ganjar Pantau Normalisasi Sungai Cabean Langganan Banjir
Tribun Jateng/M Nur Huda
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek proyek normalisasi Sungai Cabean di Desa Sidorejo, Demak, Rabu (18/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Warga sekitar daerah aliran sungai Cabean di Desa Sidorejo, Demak, selalu diteror banjir karena air meluap.

Setelah warga kerap mengeluh, permintaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuat tanggul permanen terealisasi. 

Di sela mengunjungi pengembangan reaktor biogas kandang sapi di desa tersebut, Rabu (18/10/2017), Ganjar menyempatkan menengok pembuatan tanggul sungai. 

Sungai Cabeana yang masuk dalam sistem saluran Jragung-Tuntang itu, saat ini juga masih dalam proses pengerjaan normalisasi.

"Masyarakat sudah lama sekali merindukan perbaikan dan normalisasi karena ada banjir tahunan, waktu itu saya bicara langsung dengan Menteri PU dan alhamdulillah direspon langsung dikerjakan oleh BBWS. Ini untuk mencegah banjir," kata Ganjar.

Ia mengakui tak sedikit sungai di Jateng mengalami sedimentasi dan butuh dinormalisasi agar mampu menampung debit air kapasitas besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sambung Ganjat, pengerjaan normalisasi dilakukan bertahap, diawali dari sistem Jragung-Tuntang untui mengantisipasi banjir di musim hujan

"Normalisasi ini bagian dari upaya antisipasi banjir. Tapi tentu belum setinggi harapan masyarakat," kata dia. 

Maka, yang bisa dilakukan untuk antisipasi banjir adalah dengan konservasi di wilayah hulu semisal penanaman pohon, penguatan tanggul, manajemen di hulu mesti baik.

"Kita juga mesti disiplin, buang sampah tidak sembarangan," tegasnya.

Menghadapi musim hujan,  Pemprov Jateng sudah berkoordinasi dengan BPBD se Jateng. Meski saat ini hingga akhir Oktober masih terhitung musim kemarau.

"Di Jateng bagian utara masih suplai air tapi di selatan barat sudah banjir. Maka kita kemarin langsung rapat dan tiap hari kita dapat laporan demi lapangan," kata dia. 

Sementara untuk kesiapsiagaan tanggap darurat bencana alam, Ganjar memastikan semua kebutuhan sudah siap. Mulai dari personel BPBD, logistik, hingga titik-titik evakuasi.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas