Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Culik Mahasiswa USU Ini Yang Dikatakan Sekuriti

Namun, pihak sekuriti enggan berdamai karena merasa ada temannya yang terluka akibat dianiaya mahasiswa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Sebelum Culik Mahasiswa USU Ini Yang Dikatakan Sekuriti
Tribun Medan/Array Argus
Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU memaparkan insiden keributan dengan sekuriti. Mahasiswa kembali menuding sekuriti yang menyebabkan insiden keributan kian berkepanjangan, Senin (23/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Keributan antara mahasiswa USU dengan sekuriti ternyata sempat dimediasi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Budi Agustono pada Kamis (19/10/2017) kemarin.

Namun, pihak sekuriti enggan berdamai karena merasa ada temannya yang terluka akibat dianiaya mahasiswa.

"Setelah terjadi gesekan pada Rabu (18/10/2017) kemarin, Dekan FIB sudah berusaha memediasi. Namun, sekuriti berinisial PM tidak mau. Di hadapan Dekan, PM mengatakan darah harus dibayar darah," kata Gubernur FIB USU, Yosua Yordan Manalu, Senin (23/10/2017).

Yosua mengatakan, keributan berawal dari cekcok antara Imanuel Silaban dengan sekuriti bernama Selamet. Pada Rabu (18/10/2017) lalu, kata Yosua, Selamet justru memukul Imanuel hingga mengundang kemarahan mahasiswa lain.

Saat keributan, sekuriti bernama Selamet mendapat penganiayaan dari mahasiswa karena lebih dulu melakukan pemukulan terhadap Imanuel. Karena masalah inilah kemudian keributan meluas hingga Imanuel diculik dan dianiaya sekelompok sekuriti.

Terkait keributan ini, belakangan pihak USU menyebutkan bahwa Imanuel sejatinya sudah di drop out (DO) dari kampus. Namun isu ini dianggap sebagai celah untuk mengesampingkan penculikan dan penganiayaan terhadap Imanuel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Walaupun Imanuel katanya di DO, tapi kita bukan bicara itu. Kita bicara soal penganiayaan. Dan soal masalah itu (DO), Imanuel sedang memperjuangkan perkuliahannya," kata Yosua.

Terkait persoalan ini, beredar kabar jika mahasiswa akan melakukan aksi lanjutan ke gedung Rektorat. Mereka meminta pertanggungjawaban kampus mengenai masalah ini.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas