Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

TNI Pertebal Kawasan Perbatasan, Setelah Beredar Kabar Tewasnya Dua Pimpinan Teroris Marawi

TNI juga melakukan penjagaan di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti pulau Derawan, pulau Bunyu dan pulau Maratua

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in TNI Pertebal Kawasan Perbatasan, Setelah Beredar Kabar Tewasnya Dua Pimpinan Teroris Marawi
Tribul Kaltim/Christoper Desmawangga
Danrem 091/ASN Brigjend TNI Irham Waroihan, bertindak sebagai inspektur upacara pada serah terima jabatan Dandim 0904/Tanah Grogot dari Letkol Arm Mulyadi, kepada Letkol Arh Ardian Patria Chandra, Jumat (23/6/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kabar kaburnya para teroris Marawi, Filipina ke sejumlah negara yang berbatasan dengan Filipina, membuat TNI mempertebal pengamanan di kawasan perbatasan.

Hal itu diungkapkan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Irham Waroihan. Dia tak pungkuri, pihaknya lebih khawatir setelah mendapatkan kabar mengenai dua pimpinan teroris di Filipina terbunuh oleh militer Filipina.

"Kodam sudah perintahkan untuk melakukan penebalan di perbatasan, dan kami sudah kirim sekitar 250 an pasukan tambahan," ucapnya, Sabtu (29/10/2017).

Selain itu, TNI juga melakukan penjagaan di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti pulau Derawan, pulau Bunyu dan pulau Maratua.

"Pasukan tempur dengan perlengkapan lengkap sudah standby, termasuk di pulau terluar Indonesia," ucapnya.

Baca: Dapat Gelar Profesor Terorisme, Bukti Tito Bukan Hanya Ahli Dalam Teori

Rekomendasi Untuk Anda

Total terdapat sekitar 3000 pasukan gabungan, dari TNI dan Polri. Dan, hingga saat ini Danrem menegaskan belum ada indikasi teroris Filipina masuk ke wilayah Indonesia melalui daerah perbatasan.

"Masih aman kawasan perbatasan, belum ada indikasi teroris masuk. Yang jelas pasukan sudah kita pertebal, dengan harapan wilayah Indonesia aman," tegasnya.

Bahkan, pasukan untuk mempertebal kawasan perbatasan, bukan termasuk personel Satgas Pamtas yang memang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

"Personel tambahan ini tidak mengganggu tugas reguler Satgas yang sudah ada disana. Jadi, dengan kabar adanya dua pimpinan teroris tewas, kita semakin khawatir, namun ini lebih membuat kita semakin waspada," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas