BKMG: Belum Ada Aktivitas Gempa Bumi Susulan di Garut
BMKG menyatakan gempa di wilayah Garut Selatan dan Pangandaran dipicu oleh penyesaran dengan arah pergerakan mendatar dan turun.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - BMKG menyatakan gempa di wilayah Garut Selatan dan Pangandaran dipicu oleh penyesaran dengan arah pergerakan mendatar dan turun (oblique normal).
Demikian rilis BMKG yang diterima Tribun Jabar, dari Stasiun Geofisika Bandung, Rabu (1/11/2017).
Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah lempeng Eurasia di Samudra Hindia di selatan.
Baca: Hamdani Terancam Hukuman Mati Jika Terbukti Merencanakan Pembunuhan Sang Istri
Hingga pukul 13.12 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau kepada masyarakat di sekitar wilayah Garut Selatan dan Pangandaran agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Diberitakan sebelumnya, Rabu (1/11/2017), pukul 12.39.35 WIB, wilayah Garut Selatan dan Pangandaran diguncang gempa bumi tektonik.
Baca: Pelaku Penikaman yang Tewaskan Debt Collector Akhirnya Menyerahkan Diri
Hasil analisis update BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=4,9.
Episenter terletak pada koordinat 8,23 LS dan 107,28 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 81 km arah barat daya Kota Pamajalan, Kabupaten Garut Selatan, Propinsi Jawa Barat pada kedalaman 48 km.
Dampak gempa bumi berupa guncangan dilaporkan dirasakan di Garut Selatan dalam skala intensitas II MMI dan di Pangandaran III MMI.
Di Pangandaran warga sempat panik akibat guncangan yang terjadi secara tiba-tiba ini.