Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Banjir Baleendah Mulai Terserang Penyakit

Umumnya, korban banjir yang menjadi pasien yang datang mengeluhkan gatal-gatal, batuk dan pilek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Korban Banjir Baleendah Mulai Terserang Penyakit
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
Banjir luapan Sungai Citarum menyergap Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung pada Kamis (26/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Usron (50) hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan dokter polisi mengenai kondisi badannya yang gatal+gatal.

Warga Kampung Jambatan, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah itu mengeluhkan penyakit kutu air yang menjangkiti kakinya.

Setelah diperiksa, kemudian ia mengantre untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan resep yang diberikan dokter.

"Setelah banjir lebih dari seminggu, badan saya gatal-gatal, tetangga yang lain juga mengalami keluhan yang serupa, bagaimana tidak air dari banjir kan tidak bersih," ujar Usron kepada Tribun di halaman toko yang berada di pertigaan Baleendah, Kamis (16/11/2017).

Selain Usron, puluhan warga yang kebanyakan kaum hawa itu memeriksa kesehatannya secara gratis dalam giat yang dilaksanakan Dokter Kesehatan Polres Bandung dan UPT Yankes Baleendah.

Baca: Anies Anggarkan Rp 1,98 Triliun Untuk Atasi Permasalahan Banjir di Jakarta

Rekomendasi Untuk Anda

Ai Rosdiana (34), warga lainnya, mengeluhkan sakit di bagian lambungnya. Ia pun membawa anaknya yang berusia enam tahun untuk diperiksa.

"Anak saya juga mengalami batuk pilek, kemudian alergi jadi ada ruam di badannya merah-merah‎," ucap Ai.

Enam petugas medis pun disiapkan untuk memeriksa para pasien yang berdatangan sejak pukul 11.30 WIB.

"Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi warga yang sakit karena banjir, kita coba fasilitasi karena ini instruksi dari Kapolres dan Bupati juga," kata Kapolsek Baleendah, Kompol Priyono.

Priyono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan pada sepekan terakhir dengan menyasar warga terdampak banjir, baik yang masih bertahan maupun yang masih bertahan di pengungsian.

"Ini rutin dilakukan, dalam sehari bisa 80-100 orang pasien yang datang," ujarnya.

Umumnya, pasien yang datang mengeluhkan gatal-gatal, batuk dan pilek.

"Kami juga melakukan jemput bola ke tempat-tempat warga yang bertahan atau tak memungkinkan dilakukan pengobatan di sini, mudah-mudahan banjir cepat surut dan warga tetap berhati-hati," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas