Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Lima Warga Nepal, Seorang WN Srilanka dan 7 WNI Gagal Diselundupkan ke Malaysia

Lima orang warga negara Nepal, satu orang warga negara Srilanka, dan tujuh warga negara Indonesia gagal diselundupkan ke negara jiran Malaysia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Lima Warga Nepal, Seorang WN Srilanka dan 7 WNI Gagal Diselundupkan ke Malaysia
Istimewa
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara memperlihatkan sejumlah dokumen dan handphone terkait kasus penyelundupan manusia ke Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Perdagangan manusia masih menjadi bisnis yang menggiurkan bagi sejumlah agen pencari tenaga kerja.

Cara operasi modus perdagangan manusia ini pun kerap berubah-ubah, namun lebih sering menggunakan jalur laut untuk pengiriman manusia ke sejumlah negara tujuan, khususnya Malaysia.

Belum lama ini, kasus perdagangan manusia lewat jalur laut di perairan Asahan, Sumatera Utara terbongkar.

Dalam kasus ini, lima orang warga negara Nepal, satu orang warga negara Srilanka, dan tujuh warga negara Indonesia gagal diselundupkan ke negara jiran Malaysia.

Baca: Video Pelecehan Siswi SMK Beredar, Empat Siswa Dikeluarkan dari Sekolah

"Mereka yang hendak diselundupkan dibawa dengan menggunakan kapal tongkang. Dalam kasus ini, ada empat orang yang diamankan. Keempatnya merupakan agen, tekong dan awak kapal," kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara, Jumat (17/11/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan Kanit Pidum Polresta Medan ini menjelaskan, saat hendak diselundupkan ke wilayah Malaysia, kapal tongkang yang membawa ke 12 korban itu mogok.

Nelayan yang melihat kejadian itu kemudian menghubungi pos apung tak jauh dari lokasi kapal mogok.

"Kami menyita kapal kayu, dokumen, dan sejumlah handphone milik para tersangka. Ada beberapa orang lagi yang masih kami buru," kata Bayu.

Belum lama ini, Kapolda Sumut, Irjend Paulus Waterpauw berdialog dengan sejumlah organisasi nelayan membahas berbagai masalah yang ada di perairan Sumatera Utara.

Salah satu poin penting dalam dialog itu, Paulus meminta nelayan mengantisipasi penyelundupan manusia dan narkoba.

Saat bertemu dengan para nelayan di Aula Benhur Brimob Polda Sumut, Paulus meminta para nelayan menjadi mata dan telinga polisi.

Jika menemukan peristiwa penyelundupan, nelayan diminta memberikan informasi kepada polisi terdekat. (Ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas