Nilon Untuk Menjerat Putus, Dengan Cara Ini Akhirnya Ardhie Dihabisi
Tersangka F mengaku bahwa mereka ingin ke Bogor untuk mengikuti kegiatan salah satu Multi level marketing (MLM).
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU- Kebersilan Polresta Pekanbaru mengungkap peristiwa pembunuhan terhadap supir Go Car, Ardhie Nuraswan menguak cerita sadis bagaimana pelaku menghabisi korban.
Empat dari enam pelaku berhasil ditangkap, L, V, M dan F.
Dua orang yang masih dalam perburuan yakni, I dan Fi.
Rencana pembunuhan tersebut diotaki oleh F
Pada tanggal 21 Oktober 2017 malam enam orang pelaku sudah berencana melakukan aksi pidana.
Tersangka F mengaku bahwa mereka ingin ke Bogor untuk mengikuti kegiatan salah satu Multi level marketing (MLM).
"Kami butuh uang Rp 3 juta untuk berangkat ke Bogor. Jadi cara yang cepat mendapatkan uang dengan merampas mobil untuk dijual. Jadi kami rencanakan merampas mobil taksi online," ungkapnya saat dihadirkan pada ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (28/11/2017).
Baca: Guru Honorer Cantik Ini Nyambi Jadi Biduan Kampung
Enam orang pelaku sepakat untuk melakukan aksinya.
Dari kosan di Jalan Purwodadi, enam pelaku berjalan ke salah satu tempat karaokean di Wilayah Tampan.
Di lokasi tersebut mereka mulai memesan taksi online.
Sampai akhirnya korban Ardhie yang datang untuk membawa pelaku.
" Kami minta diantar ke PO Medan Jaya. Didalam mobil kami sudah mulai berencana untuk menghabisi korban" ungkap F.
Untuk bisa mengekspresikan korban pelaku mau tak mau harus menunggu momen mobil berhenti.
Posisi duduk didalam mobil, pelaku F disebelah korban atau dekat supir, tersangka V dan dan dua kawannya di bangku tengah dan dua lagi berada di bangku belakang.
Pelaku V pun kemudian menggunakan modus bahwa akan menjemput kawannnya.
Sambil pura-pura menelepon pelaku V kemudian mengatakan ke korban bahwa ada panggilan telepon.
Korban kemudkan diminta berhenti.
"Itu hanya modus saja. Saya tidak menelpon siapapun. Itu saya gunakan agar korban menghentikan mobilnya," ungkap V.
Saat korban berhanti itulah V yang duduk persis dibelakang korban kemudian menjerat leher korban menggunakan tali nilon, namun tali yang dipakai putus.
Karena tali nilon putus, V kemudian menarik korban dengan mengalungkan tangan ke leher korban.
"Setelah korban dibelakang atau bangku tengah, saya keluar dari mobil," ujar V.
Pelaku F yang duduk disamping korban kemudian berpindah ke bangku korban yang sudah ditarik ke belakang, F mengambil kemudi.
" Saya tidak tahu apa yang dilakukan terhadap korban. Karena saya saat itu keluar membersihkan embun yang menutupi kaca depan," ungkap V.
Pengakuan pelaku L yang duduk dikursi tengah, korban dicekik hingga lemas.
"Saya hanya membantu memegang tangan korban. Kawan yang lain yang mencekik" ujarnya.
Fakta lain terungkap setelah korban lemas usai dicekik.
Kanit Buser Reskrim Polresta Pekanbaru, Ipda Rachmat Wibowo mengatakan bahwa tubuh korban sempat diduduki oleh tiga orang pelaku.
"Jadi pelaku ingin memastikan korban meninggal dunia. Sepanjang jalan tubuh korban yang ditidurkan di kursi kemudian diduduki," ungkap Rachmat.
Lokasi pembuangan pun akhirnya disepakati di wilayah Kandis.
"Jadi saat pelaku berhenti, jasad korban kemudian dibuang," ujar Kanit.
Meski empat orang pelaku pembunuhan Ardhie sudah berhasil diringkus, namun polisi belum bisa memastikan identitas jasad manusia yang ditemukan di wilayah Kandis.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari hasil tes DNA yang baru akan diketahui dua tiga hari kedepan.(*)