Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pos Pantau Gunung Agung Mendadak Tegang, Warga Diminta Segera Tinggalkan Tempat Ini!

Suasana di Pos Pantau Gunung Agungdi Desa Rendang, Karangasem, Bali, mendadak tegang pada Selasa (28/11/2017) siang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pos Pantau Gunung Agung Mendadak Tegang, Warga Diminta Segera Tinggalkan Tempat Ini!
TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA
Siswa Sekolah Dasar menyaksikan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya setelah meletus pertama kalinya pada Selasa 21 Novemver 2017 lalu, sejak terakhir meletus pada tahun 1963 silam. TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA 

TRIBUNNEWS.COM, KARANGASEM - Suasana di Pos Pantau Gunung Agungdi Desa Rendang, Karangasem, Bali, mendadak tegang pada Selasa (28/11/2017) siang.

Petugas pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga meninggalkan pos pantau yang letaknya 12 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Rupanya terjadi tremor terus-menerus (overscale) yang terjadi pada pukul 13.30-14.00 Wita.

"Bapak-bapak, warga sekalian mohon segera tinggalkan tempat ini," kata salah seorang petugas.

Mendapat instruksi demikian, warga langsung meninggalkan pos pantau berikut wisatawan mancanegara yang ada di lokasi ini.

Rupanya warga diminta pergi karena kondisi Gunung Agung semakin mengkhawatirkan.

Kasubid Mitigasi Bencana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengatakan, selama krisis Gunung Agung, gempa tremor terjadi terus menerus dan fenomena ini baru pertama kali terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kondisi yang terjadi menunjukkan Gunung Agung memasuki fase kritis menuju letusan lebih besar.

"Sudah masuki fase yang sangat kritis untuk erupsi yang lebih besar. Seperti material vulkanik cukup besar, baru kali ini mencatat adanya tremor overscale," kata Suantika.

Gempa overscale adalah gempa dengan amplitudo melebihi 23 mili meter. Dengan kata lain mencapai titik maksimal rekaman seismograf, bahkan lebih.

Karena itu warga diminta menjauh dari pos pantau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Gempa overscale secara terus-menerus ini rupanya tertangkap oleh seismograf di 11 titik yang terpasang di sekitar Gunung Agung.

"Kita antisipasi hal-hal buruk," kata Suantika. 

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas