Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Posisi Korban Longsor di Yogya Telah Diketahui, Evakuasi Dimulai

Lanjutnya, mengenai langkah yang diambil dalam evakuasi satu korban ini pihaknya menggunakan beberapa peralatan seperti pacul.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Posisi Korban Longsor di Yogya Telah Diketahui, Evakuasi Dimulai
Tribun Jogja/Pradito Rida
Proses evakuasi korban longsoran di Jlagran RT.1 RW.1, Gedongtengen, Kota Yogyakarta dimulai kembali. Nampak anggota TNI, TRC BPBD DIY, petugas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Yogyakarta, dan anggota pemadam kebakaran (Damkar) tengah melakukan proses evakuasi, Rabu (29/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Proses evakuasi korban longsoran di Jlagran RT 1 RW 1, Gedongtengen, Kota Yogyakarta dimulai kembali.

Nampak anggota TNI, TRC BPBD DIY, petugas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Yogyakarta, dan anggota pemadam kebakaran (Damkar) berkumpul di sekitaran lokasi terdampak longsor.

Hal itu dilakukan guna melakukan evakuasi terhadap satu korban bernama Subarjono (69), satu dari 3 korban yang meninggal akibat kejadian tersebut.

Wahyu Ari W, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD DIY mengatakan, proses evakuasi telah dimulai sedari pagi tadi, dalam proses evakuasi kali ini pihaknya kembali bersama dengan pihak-pihak terkait melakukan evakuasi terhadap 1 korban.

Baca: Breaking News: 11 Tewas Tertelan Banjir di Pacitan

Baca: Guru Honorer Cantik Ini Nyambi Jadi Biduan Kampung

Rekomendasi Untuk Anda

Diakuinya, untuk posisi korban sudah diketahui letaknya dan menunggu untuk proses selanjutnya.

"Evakuasinya dimulai lagi sekitar jam 7 pagi. Pukul 08.05 WIB posisi korban sudah diketahui, tepatnya berada di pojokan dekat kamar. Kamarnya sama dengan lokasi penemuan 2 korban kemarin," katanya saat ditemui di lokasi evakuasi, Rabu (29/11/2107) pagi.

Lanjutnya, mengenai langkah yang diambil dalam evakuasi satu korban ini pihaknya menggunakan beberapa peralatan seperti pacul.

Hal tersebut dilakukan karena posisi korban dalam keadaan terjepit reruntuhan, dan jika dilakukan pemotongan dinding dikhawatirkan akan membuat pengangga bangunan akan roboh.

"Korban posisinya kejepit dan tertimpa material dari talud. Evakuasinya dengan digali pelan-pelan di sekitar lokasi penemuannya, karena kalau dipotong dindingnya kemungkinan bangunan bisa roboh dan mempersulit evakuasi korban," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kondisi jenazah korban secara pasti belum dapat diungkapkannya karena masih tertimbun material dari longsoran talud.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas