Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nurul Maulidiya Kembangkan Usaha Hantaran Pernikahan ke Wedding Organizer

Mengawali usaha membuat tempat untuk bawaan pernikahan (hantaran/parcel), Nurul Maulidiya kini sedang mengembangkan usaha Wedding Organizer.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Nurul Maulidiya Kembangkan Usaha Hantaran Pernikahan ke Wedding Organizer
ist
Nurul Maulidiya 

TRIBUNNEWS.COM, RIAU - Mengawali usaha membuat tempat untuk bawaan pernikahan (hantaran/parcel), Nurul Maulidiya kini sedang mengembangkan usaha Wedding Organizer.

Gadis berusia 25 tahun ini ingin lebih banyak warga dan pemuda yang terlibat dalam usaha yang ia lakukan.

“Usaha hantaran dimulai sejak 2015. Sebagian keuntungannya saya sisihkan dan sejak empat bulan kemarin merintis usaha Wedding Organizer. Jadi selain hantaran kita juga menyediakan jasa makeup, dekorasi wedding, tenda, dll,” urai Nurul yang berdomisi dan menjalankan usahanya di Jl. Sekolah, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Untuk jasa membuat tempat hantaran yang umumnya berbentuk kotak dihias dan didekorasi mirip kemasan parcel, Nurul menentukan tarif Rp50ribu perkotak.

Sementara untuk Wedding Organizer yang kini ia kembangkan, mengunakan sistem paket. Dengan tariff antara Rp 15juta sampai Rp 25juta.

Nurul berharap, dengan mengembangkan usahanya, semakin banyak warga dan pemuda yang diberdayakan.

“Selain untuk buat hantaran, warga dan pemuda juga bisa membuat souvenir- souvenir wedding,” tutur dara lulusan S1 dan S2 Bahasa Inggris UIN Sultan Syraif Kasim Pekanbaru ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam mengembangkan usahanya, Nurul telah menjalin kerjasama dengan sesama wedding organizer. Juga bersatu tergabung dengan organisasi gabungan UMKM untuk kerjasama dalam pemasaran produk.
Pemudi kelahiran 7 November 1992 ini mengaku mendapatkan dukungan dari Dispora setempat juga pemerintah desa.

“Dispora memberikan pelatihan, sementara pemerintahan Desa juga memberikan bantuan pinjaman modal untuk pengembangan usaha,” jelas Nurul yang beberapa waktu lalu didatangi Tim Kemenpora yang melakukan monitoring dan Evaluasi dalam rangka mengapresiasi karya inovatif pemuda sekaligus pemetaan potensi pemuda Tahun 2017.

Nurul merupakan satu dari 78 pemuda teknopreneur yang mengikuti pelatihan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama para pemuda terseleksi lain dari 34 provinsi, ia mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa” yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017.

“Program pelatihan Kemenpora harus dilanjutkan karena dapat meningkatkan dan memotivasi pemuda dalam pengembangan desa dan berwirausaha,” tutur Nurul.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas