Tribun

39 Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung Dipecat

Sebanyak 39 anggota Polri di jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung dipecat karena berbagai kasus.

Penulis: Deddy Marjaya
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 39 Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung Dipecat
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen (Pol) Syaiful Zachri menggelar konfrensi pers akhir tahun Minggu (31/12/2017). BANGKA POS/DEDDY MARJAYA 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, PANGKALPINANG - Sebanyak 39 anggota Polri di jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung dipecat karena berbagai kasus.

Mereka terkena pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena kasus narkoba, desersi serta terlibat tindak pidana.

"Ada 39 orang yang dipecat dari 2015 hingga 2017 tertinggi akibat narkoba dan desersi," kata Kapolda Brigjen (Pol) Syaiful Zachri saat konfrensi pers akhir tahun, Minggu (31/12/2017) petang.

Rinciannnya di tahun 2015 ada 13 anggota Polri di jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung yang di-PTDH.

Kemudian tahun 2016 ada 17 orang dan di tahun 2017 turun menjadi 9 orang.

Baca: Kasus Pencurian Tali Pocong di Pemakaman Ciputat Masih Misterius

Total di tahun 2017 ada 175 kasus ditangani oleh Bid Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Rinciannya ada 137 kasus pelanggaran disiplin, 31 kasus pelanggaran kode etik Polri dan 7 kasus pidana.

Terkait masih adanya anggota Polri di jajarannya yang terlibat narkoba menurut Brigjen (Pol) Syaiful Zachri dirinya tidak akan membela.

Sebab sudah kerap diingatkan dalam setiap kesempatan jangan sampai terlibat penyalahgunaan narkoba.

Jika masih tidak mengindahkan maka risiko ditanggung masing-masing.

Baca: Speedboat Anugerah Express Mengangkut 48 Penumpang Terbalik di Sungai Kayan

"Narkoba menjadi musuh utama umat manusia jadi anggota Polri harus memberikan contoh dengan tidak terlibat penyalahgunaan narkoba," kata Brigjen (Pol) Syaiful Zachri.

Sementara itu Kabid Propam AKBP JF Panjaitan mengatakan pihaknya telah berusaha untuk melakukan antisipasi pencegahan dengan melakukan tes urine kepada anggota di jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Dokkes Polda.

Bahkan melakukan tes urine hingga ke Polsek-polsek dan Pos Pol secara mendadak.

"Tes urine dilakukan secara mendadak dan berulang untuk mendeteksi jika masih ada yang menggunakan narkoba," kata AKBP JF Panjaitan.(Die)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas