Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Dinkes Kabupaten Bandung akan Tindak Tegas Pembuang Limbah Medis

Achmad memastikan kalau limbah medis itu bukan berasal dari puskesmas atau rumah sakit sekitar wilayah Kabupaten Bandung.

Dinkes Kabupaten Bandung akan Tindak Tegas Pembuang Limbah Medis
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Limbah medis yang ditemukan tim gabungan di TPS ilegal. TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung memastikan bahwa limbah medis yang dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di perbatasan Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, dan Desa Bojongmas, Kecamatan Solokan Jeruk, bukan berasal dari Puskesmas atau rumah sakit di Kabupaten Bandung.

Namun jika benar dilakukan oleh oknum petugas Puskesmas atau rumah sakit yang ada di wilayahnya, pihaknya akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Senin akan kami periksa seberapa banyak sampah medis tersebut dan seberapa besar bahayanya untuk lingkungan sekitar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr Achmad Kustijadi melalui telepon seluler, Sabtu (27/1/2018).

Achmad memastikan kalau limbah medis itu bukan berasal dari puskesmas atau rumah sakit sekitar wilayah Kabupaten Bandung.

Baca: Pelaku Pelecehan Seksual Pasien National Hospital Tertunduk Diam Usai Diperiksa Semalaman

Karena masing-masing puskesmas dan rumah sakit memiliki TPS sementara di masing-masing puskesmas dan rumah sakit sebelum diangkut oleh pihak ketiga.

"Kalau itu tidak mungkin karena setiap puskesmas dan rumah sakit sudah kami lakukan pembinaan dan sudah kami instruksikan untuk membuang ke TPS. Mereka (RS dan puskesmas) memiliki TPS sementara di masing-masing puskesmas dan rumah sakit," tuturnya.

Achmad menduga limbah medis tersebut berasal dari luar atau bidang lain yang sama-sama menggunakan alat-alat medis seperti rumah sakit dan puskesmas.

"Kan yang melakukan prakiek juga banyak tidak hanya rumah sakit atau puskesmas. Ada pihak swasta, klinik, bidan praktek dan lainnya yang menggunakan alat-alat medis seperti itu. Jika pun pihak rumah sakit dan puskesmas itu mah pasti oknum," katanya.

Baca: Mengapa Kasus yang Mencuat saat Pilkada DKI Kini Tak Jelas Nasibnya? Ini Kata Komisi Kejaksaan RI

Diakuinya pihak Dinkes belum memiliki pengganti pihak ketiga yang mengangkut limbah medis di Kabupaten Bandung, sejak diputuskan kerja sama karena pihak ketiga tersebut tengah dikaji oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena tidak memenuhi tanggung jawabnya.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah mendapat penggantinya. Kami masih mencarinya," ujarnya.

Achmad mengatakan dengan tegas jika memang limbah medis tersebut dilakukan oleh oknum pegawai puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung, pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas