Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Keluarga Terpaksa Mengungsi Setelah Rumah Mereka Amblas ke Sungai

Tiga keluarga miskin di Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Sabtu (27/1/2018) terpaksa harus mengungsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Tiga Keluarga Terpaksa Mengungsi Setelah Rumah Mereka Amblas ke Sungai
Serambi Indonesia/Idris Ismail
Warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie memperhatikan kondisi rumah warga yang ambruk akibat bencana pengikisan air sungai Kreung Baro Raya, Sabtu (27/1/2018) . Dalam insiden bencana tersebut tiga unit rumah warga ambruk. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Tiga keluarga miskin di Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Sabtu (27/1/2018) terpaksa harus mengungsi.

Rumah tempat tinggal mereka amblas ke aliran Krueng Baro sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Camat Pidie, Munawar MM mengatakan, tiga rumah warga Lhok Keutapang itu terletak persis di pinggir tebing Krueng Baro yang kini amblas akibat abrasi.

Rumah tersebut masing-masing milik Usman Hanafiah (70), Mukhtar Jalil (57) dan Sabariah (45).

"Kini tiga keluarga yang rumahnya amblas harus mengungsi, karena rumah mereka tak mungkin lagi ditempati," kata Munawar.

Menurutnya, ketiga bangunan rumah itu amblas pada bagian dapur bersama tanah yang digerus air.

Abrasi ini sebelumnya sudah diperkirakan, namun tidak ada penanganan untuk mengantisipasinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dampak abrasi ini pun juga dikhawatirkan akan terus meluas, jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan pencegahan.

Baca: Bertemu 10 Tahun Lalu di Acara Sosialita, Dokter Sonia Sebut Rita Widyasari Sosok Perempuan Menarik

"Terkait hal ini, kami pihak kecamatan sudah melaporkannya ke BPBD Pidie, dan berharap dilakukan penanganan darurat agar dampak abrasi tidak semakin parah," harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos menjelaskan, pihaknya tidak bisa menurunkan alat untuk melakukan penanganan darurat terhadap tebing sungai yang ambruk.

"Sebab, aktivitas alat berat juga akan berdampak kepada rumah warga di sekitarnya. Kami hanya bisa meminta keuchik dan warga bergotong royong mencegah abrasi dengan menggunakan dana tanggap darurat desa," ujarnya.

Sementara, bantuan masa panik untuk ketiga keluarga yang rumahnya amblas, saat ini sudah disalurkan oleh BPBD Pidie. (naz)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas