Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penganiayaan Terhadap Ulama, Ini Kata Deddy Mizwar

Demiz pun mengkhawatirkan maraknya orang dengan gangguan jiwa melakukan kekerasan, menjadi modus operandi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Penganiayaan Terhadap Ulama, Ini Kata Deddy Mizwar
Tribunnews.com/Fransiskus A
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan upaya kekerasan terhadap para ulama oleh orang yang memiliki gangguan jiwa. Hal ini terbukti dengan terjadinya kasus kekerasan terhadap ulama di Jawa Barat baru-baru ini.

"Waspada, ini bisa jadi modus dan yang disasar adalah para ulama. Ini ada apa," kata Wakil Gubernur yang akrab disapa Demiz ini saat mengunjungi Garut, Selasa (6/2/2018).

Baca: Memprihatinkan, Catatan Merah Siswa Penganiaya Guru Hingga Akhirnya Tewas

Menurut Demiz, untuk menghadapi kejadian ini tidak cukup hanya aparat penegak hukum yang menjaga para ulama, masyarakat pun harus menjaga setiap ulama yang kebanyakan berkegiatan di masjid dan pesantren.

"Jangan hanya aparat penegak hukum yang waspada, tapi masyarakat juga. Di mana ulama hidup di antara kita, baik di masjid atau pesantren, kita jaga di tengah kita," katanya.

Demiz pun mengkhawatirkan maraknya orang dengan gangguan jiwa melakukan kekerasan, menjadi modus operandi untuk menganiaya ulama. Karenanya, keamanan terhadap para ulama pun harus ditingkatkan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan sampai yang dikorbankan adalah orang yang tidak sehat jiwanya, padahal belum tentu gila juga. Jangan-jangan ini untuk pojokan ulama," katanya.

Demiz kembali mengingatkan sejumlah modus lainnya yang terjadi beberapa tahun lalu dengan tujuan menganiaya ulama, mulai dari fitnah santet, fitnah kolor ijo, atau fitnah lainnya untuk memojokkan ulama. Jangan sampai, katanya, kekerasan terhadap ulama ini terus berulang.

Menurut Demiz, pernyataannya ini tidak berkaitan dengan rencana penempatan pejabat Polri untuk menjadi penjabat gubernur Jabar setelah masa jabatan Ahmad Heryawan sebagai gubernur Jabar habis pada 13 Juni 2018.

Demiz mengatakan Jabar tetap kondusif menghadapi Pilgub Jabar 2018. Polda Jabar serta Kodam III Siliwangi pun sudah cukup untuk mengamankan pesta demokrasi tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas