Polisi Bukti Baru Kasus Kematian Benadus Tubun
Saat ditemukan, baju itu masih terdapat bercak darah. Darah yang melekat di baju itu diduga sebagai darah korban.
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin
TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA – Aparat kepolisian Polres Lembata menemukan bukti baru terkait kematian Bernadus Tubun di Desa Karangora, Kecamatan Atadei pada November 2017 lalu.
Barang bukti yang ditemukan tersebut berupa sebuah baju tersangka yang ada noda darah.
Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon seluler dari Lewoleba ke Kupang, Selasa (13/2/2018).
Kasat Yohanis mengungkapkan itu ketika dikonfirmasi Pos Kupang tentang perkembangan penanganan kasus itu.
Dia mengatakan, saat ini polisi terus melakukan pendalaman atas kasus dugaan pembunuhan Bernadus Tubun oleh adik kandungnya, Bawang Henakin pada November 2017 silam.
Saat penyidik mendalami kasus tersebut, polisi juga menemukan barang bukti berupa baju yang diduga merupakan milik korban.
Saat ditemukan, baju itu masih terdapat bercak darah. Darah yang melekat di baju itu diduga sebagai darah korban.
Menurut Yohanis, oknum pelaku, Bawang Henakin mengakui bahwa barang bukti tersebut merupakan baju miliknya.
Baca: Mayat Kusuma Hadi Ditemukan di Lubang, Ada Luka di Lehernya
Meski pelaku telah mengakui bahwa baju itu merupakan miliknya, polisi masih harus memeriksa lagi, apakah noda darahpada baju tersebut merupakan darah korban.
“Untuk hal ini, polisi masih mengirimkan barang bukti tersebut untuk diperiksa di laboratorium forensik Denpasar Bali. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui kecocokan noda darah pada barang bukti tersebut dengan DNA korban,” ujarnya.
Mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut, dia mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pemberkasan. Berkas pemeriksaan para saksi dan terdakwa sedang dikonsultasikan dengan jaksa penuntut umum (JPU).
Pihaknya belum bisa memastikan kapan kasus adik bunuh kakak kandung itu selesai diberkaskan.
Tapi pihaknya berupaya agar penanganan kasus tersebut sesegera mungkin diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Soal kasus Veronika Boi yang tewas gantung diri di kediamannya di Desa Baolaliduli, Kecamatan Ile Ape Timur, Kasat Yohanis mengatakan, sampai saat ini polisi masih menunggu hasil otopsi. Kalau hasil otopsi sudah diterima maka sudah bisa diketahui apakah korban murni bunuh diri atau dibunuh.
Baca: Mendagri: Geng Motor Minta Disahkan Jadi Ormas
Sebelumnya, harian ini memberitakan, Veronika Boi (57), warga Desa Baolaliduli, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar rumahnya.
Hingga saat ini, belum diketahui motif di balik tindakan korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Jumat (19/1/2018), menyebutkan, pada Rabu (17/1/2018) pagi, warga yang berada di sekitar kediaman korban di Desa Baolaliduli secara bergantian memanggil-manggil Veronika Boi.
Warga melakukan itu karena sejak pagi hingga sekitar pukul 08.00 Wita, yang bersangkutan tidak terlihat beraktivitas di rumah. Padahal biasanya, bila pagi telah tiba, wanita paruh baya itu sibuk membersihkan rumah dan menunaikan pekerjaan lainnya.
Jika tak terlihat di luar rumah, maka ada aktivitas lain yang dilakukan Veronika di dalam rumah. Korban biasanya masak pagi dan itu terlihat asap mengepul dari dalam dapur.
Kadang juga korban terlihat mencuci piring atau bersiap-siap untuk ke kebun.
Namun pagi itu, hingga sekitar pukul 09.00 Wita, tak ada aktivitas sama sekali di rumah itu. Tidak terdengar juga suara korban apalagi kebiasaannya sapu-sapu di luar rumah. Warga juga tak melihat korban keluar dari rumah atau pergi ke kebun.
Hal itulah yang mendorong sejumlah warga untuk memberanikan diri memanggil korban. Bahkan warga lainnya mencoba masuk ke dalam rumah untuk melihat korban. Warga masuk melalui pintu belakang karena pintu depan dalam keadaan terkunci.
Saat warga telah berada di dalam rumah, mereka melihat korban sedang dalam keadaan berdiri di atas tempat tidur. Di bagian lehernya terlilit simpul tali nilon warna biru dengan ujung tali terikat di atas regel rumah.
Baca tanpa iklan