Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ibu Korban Tidak Curiga Saat Anaknya Dijemput Pelaku Pembunuhan

Bahkan sang ibu tidak khawatir meski korban tidak pulang mengira anaknya menginap di rumah sakit menjadi istri pelaku

Ibu Korban Tidak Curiga Saat Anaknya Dijemput Pelaku Pembunuhan
Istimewa
Terduga begal yang akui telah habisi nyawa Fitri dan mengecor mayat di bak mandi di Boja Kendal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto


TRIBUNNEWS.COM, KENDAL
- Perasaan kehilangan terus dirasakan oleh Sumiyati, ibu dari Fitri Anggraeni (24), korban pembunuhan dan jenazahnya di cor dalam bak mandi.

Ia tak mengira anaknya dan dirinya akan berpisah dengan cepat.

Suasana berkabung juga nampak di rumahnya di dusun Tanggulanin, Desa Margosari, Limbangan.

Sumiyati menuturkan bahwa istri tersangka dan Fitri merupakan teman dekat.

Sebelum sesaat kejadian tepatnya pada Jum'at (16/2) petang, Fitri dijemput pelaku untuk pergi meninggalkan rumah.

"Pamitnya jagain istri pelaku yang lagi sakit dan dirawat di RSUD Dr Soewondo," ujarnya, Minggu (25/2)

Ia pun tidak menaruh curiga terhadap pelaku sama sekali.

Termasuk saat sang anak tidak pulang. Ia mengira anaknya menginap di rumah sakit demi menjaga temannya itu.

Namun selang dua hari, pelaku dan istrinya mengunjunginya rumahnya untuk menanyakan apakah Fitri sudah pulang ke rumah apa belum. Perasaan khawatir pun muncul. Ia pun langsung menghubungi anaknya.

"Saat hubungi anak saya sudah tidak aktif dan tidak ada kabar sama sekali. Hari Jum'at (23/9) sore saya mendapatkan kabar buruk mengenai fitri dari kepolisian," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaku sering meminjam uang kepada anaknya. Anaknya pun sering iba dengan kondisi ekonomi pelaku dan keluarganya sehingga sering meminjamkan uang kepada pelaku.

"Dia (pelaku) sangat keji. Saya ingin pelaku diberikan hukuman yang setimpal," ujarnya.

Sementara ayah korban, Sudarno menuturkan bahwa ia terpukul atas Kejadian yang menimpa anaknya itu. Ia menambahkan bahwa ia kurang memahami kronologi kejadian menimpa anaknya.

"Saat itu saya sedang berada di Semarang, jadi kurang memahami kejadiannya," jelasnya.(*)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas