Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

13 Produk Dicurigai Mengandung DNA Babi, BPOM Semarang Tunggu Hasil Dari Pusat

BPOM akan memberikan jangka waktu tertentu agar pemilik bisa menarik produknya yang telah beredar dari pasaran

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 13 Produk Dicurigai Mengandung DNA Babi, BPOM Semarang Tunggu Hasil Dari Pusat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjadi narasumber pada diskusi polemik di Jakarta, Sabtu (10/9/2016). Diskusi tersebut bertemakan Obat Palsu, Siapa Mau?, mengupas seluk beluk produksi obat palsu yang telah lama ada di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencurigai masih ada produk yang beredar mengandunf bahan yang terbuat dari DNA babi.

Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan, setidaknya masih ada 13 produk makanan dan obat yang menggunakan bahan baku mirip dengan Enzyplex tablet yang mengandung DNA babi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan pihaknya menunggu keputusan dari BPOM pusat terkait temuan tersebut.

"BPOM pusat nantinya yang akan menyurati pemilik produk. Dikasih surat peringatan dulu untuk menarik produknya dari pasaran," kata Endang, Selasa (27/2/2018).

Menurut Endang, BPOM akan memberikan jangka waktu tertentu agar pemilik bisa menarik produknya yang telah beredar dari pasaran.

"Pusat akan memberikan waktu dulu, ada jangka waktunya. Yang menentukan berapa jangka waktunya itu dari (BPOM) pusat," katanya.

Endang mengaku setelah waktu yang ditentukan itu terlewati, maka pihaknya akan segera mengecek ke lapangan terkait beredarnya 13 produk yang dicurigai mengandung DNA babi itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau sudah terlewati, kami akan turun ke lapangan mengecek," katanya.

Disinggung terkait jenis 13 makanan dan obat yang dicurigai itu, Endang mengatakan mayoritas merupakan produk suplemen.

"Mayoritas suplemen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas