Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cak Imin: Mbah, Ajari Saya Agar Bisa Ikhlas Seikhlasnya

Itulah yang dibuktikan Mbah Sandiman (78) yang selama puluhan tahun merawat anaknya sendiri yang difabel fisik mental sejak lahir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cak Imin: Mbah, Ajari Saya Agar Bisa Ikhlas Seikhlasnya
Ist/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JOGJAKARTA - Kasih orang tua sepanjang jalan.

Itulah yang dibuktikan Mbah Sandiman (78) yang selama puluhan tahun merawat anaknya sendiri yang difabel fisik mental sejak lahir.

Warga Dusun Manding RT 08, Sabdodadi, Bantul, Jogjakarta ini diamanahi Allah dengan 3 anak, 2 lelaki 1 perempuan, yang semuanya hanya bisa tergolek lemas di kasur tipis di ruang tamunya yamg sederhana.

Saat dikunjungi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Rabu (28/2/2018) di rumahnya, Mbah Sandiman kelihatan gembira.

"Pripun kabare, mbah?"

"Alhamdulillah sae, pak,"

"Pinten yuswane (usianya berapa), mbah?"

Rekomendasi Untuk Anda

"Kulo pitung puluh lapan. Masih sehat. Tapi sakit gula,pak,"

Baca: Ratusan Kader Banser Dukung Cak Imin Jadi Cawapres

Demikian Cak Imin menyapa mbah Sandiman, lalu langsung dibawa masuk untuk menjenguk dua anaknya yang terbaring di ruang tamu.

"Saya diamanahi Gusti Allah 3 anak yang semuanya begini sejak lahir. Yang besar Eko, sudah meninggal. Yang ini namanya Khoirul (usia 37), yang ini Dwi Nur (usia 41)," mbah Sandiman menjelaskan kepada Cak Imin yang didampingi oleh bu Rustini Muhaimin.

"Saya ikhlas, pak. Ini amanah. Saya terima. Dunia akhirat kulo ikhlas," kata mbah Sandiman yang membuat para pembesuk meneteskan air mata.

Dwi dan Khoirul tidak mampu duduk, bicara dan memahami situasi sekelilingnya sama sekali. Sehari-hari dimandikan dua kali sehari, disuapin, dibersihkan oleh Mbah Sandiman.

Masa tuanya dihabiskan dengan hidup sunyi mengurus keduanya.

"Allah yang membalas jenengan, pak. Jenengan ikhlas lahir batin, kulo wajib belajar kalih panjenengan (saya harus belajar dari anda) cara ikhlas seikhlas-ikhlasnya, " Cak imin mengusap usap bahu mbah Sandiman dengan rasa haru.

Sebelum pamit pulang Cak Imin memberi sumbangan ala kadarnya kepada Mbah Sandiman. Sambil mendoakan kesehatan dan kesabaran beliau dalam menghadapi cobaan ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas