Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayat Junaidi Sempat Mengambang, Saat Didekati Ini yang Terjadi Kemudian

Sampai sekarang personel BPBD dengan menggunakan sejumlah speedboat terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mayat Junaidi Sempat Mengambang, Saat Didekati Ini yang Terjadi Kemudian
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co,Samir Paturusi

TRIBUNNEWS.COM, KALTIM  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Basarnas dibantu personel Polairud Balikpapan dan Pos AL PPU terus melakukan pencaharian terhadap, Junaidi (28).

Warga RT 05, Kelurahan Pantai Lango itu diduga hilang di di laut saat akan ke Sungai Tempadung untuk melihat rakang (alat penangkap kepiting) sekitar pukul 06.00 Wita, Minggu (18/3/2018).

Seorang personel BPBD PPU, Indri mengatakan, sekitar pukul 15.00 Wita, mayat korban sempat mengambang dengan mengenakan baju kuning serta celana hitam.

Namun saat didekati, mayat korban kembali tenggelam.

"Tadi mayat korban sempat muncul, namun saat kami dekati tiba-tiba tenggelam lagi. Mayat korban muncul antara perairan Pantai Lango dengan Sungai Tampadung," kata Indri.

Sampai sekarang personel BPBD dengan menggunakan sejumlah speedboat terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam.

Rekomendasi Untuk Anda

Bila hari ini pencarian belum membuahkan hasil, maka akan dilanjutkan pada keesokan harinya.

Sebelumnya, korban berangkat sekitar pukul 06.00 Wita dari rumahnya. Namun pukul 08,30 Wita, perahu korban menabrak pantai sebelah Dermaga Kencana Indonesia (DKI) Balikpapan dalam kondisi mesin kapal masih menyala.

Baca: Jasad Korban Tenggelam di Dam Mukakuning Ditemukan Setelah Tiga Hari

Kasubdit Logistik BPBD PPU, Nurlaila mengatakan, menurut saksi, Amir, pekerja di PT DKI saat ditemukan mesin kapal korban masih menyala namun tidak ditemukan korban.

Setelah itu, saksi kemudian menelpon warga Pantai Lango untuk menyampaikan bila kapal korban berada di perusahaan CPO tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya bersama warga langsung melakukan pencarian. Nurlaila mengatakan, dari keterangan istri korban, ia diduga jatuh saat mengalami pusing.

"Jadi korban diduga jatuh dari kapal saat pusing. Mungkin korban memang ada penyakit sering pusing," katanya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas