Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keracunan Massal Menyantap Makanan Bingkisan, dari 27 Tinggal Dua Pasien yang Masih Dirawat

Dari 27 pasien keracunan massal, masih terdapat dua pasien yang masih dirawat di RSUD dr Loeknmono Hadi Kudus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Keracunan Massal Menyantap Makanan Bingkisan, dari 27 Tinggal Dua Pasien yang Masih Dirawat
Tribun Timur/Alfian
ilustrasi 

Laporan Wartawan tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Dari 27 pasien keracunan massal, masih terdapat dua pasien yang masih dirawat di RSUD dr Loeknmono Hadi Kudus.

Dua pasien tersebut, satu masih berada di ruang intensive care unit (ICU), satu pasien lainnya tinggal menunggu persetujuan diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani.

Saiful Anas, Kepala Bagian Humas RSUD Loekmono Hadi Kudus mengatakan, satu pasien yang masih dirawat di ruang ICU selain penyebabnya karena keracunan, dia juga memiliki riwayat penyakit lain.

“Yang di ICU masih perlu penanganan lanjut, karena sebelum keracunan ada riwayat penyakit lain,” kata Anas, Minggu (25/3/2018).

Anas berujar, jumlah pasien keracunan yang dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi sebanyak 27 orang. 25 pasien yang telah diperbolehkan pulang kondisinya telah kian pulih, termasuk lima pasien yang tergolong anak-anak.

“Kemarin Jumat (23/3/2018) tinggal tiga pasien, kemudian satu pasien diperbolehkan pulang pada hari berikutnya. Jadi masih ada dua pasien,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasien yang dirawat di ruang ICU tersebut berdasarkan keterangan dari Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar, saat dibawa ke rumah sakit pasien dalam kondisi parah, yaitu mengalami penurunan kesadaran dan tidak respnsif karena terlampau lemas.

Sebelumnya diberitakan, terdapat puluhan warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus mengalami keracunan massal.

Penyebab dari keracunan tersebut diduga mereka setelah menyantap bingkisan makanan yang didapat dari seorang warga RT 3 RW 5 desa tersebut yang meggelar hajatan pada Minggu (18/3/2018).

Dua hari kemudian, Selasa (20/3/2018) puluhan warga dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami gejala yang sama, yakni pusing, mual, demam, dan muntah-muntah.

Untuk penyebab dari keracunan tersebut masih belum diketahui. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga telah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan uji laboratorium. Di antaranya yakni sisa makanan, sisa muntahan pasien, dan vesesnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas