Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Wanita Diamankan Saat Hendak Berikan Obat ke Penghuni Lapas Tawaang Bitung

Dua perempuan yang diamankan yaitu NAT(18) dan ZI (18) warga Bitung Tengah, Kecamatan Maesa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Dua Wanita Diamankan Saat Hendak Berikan Obat ke Penghuni Lapas Tawaang Bitung
istimewa
Polres Bitung amankan dua pemudi yang diduga akan menyelundupkan obat ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIb Tawaang Bitung, Selasa (3/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNNEWS.COM, MANADO  - Satuan Reskrim Narkoba Polres Bitung amankan dua pemudi yang diduga akan menyelundupkan obat ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIb Tawaang Bitung, Selasa (3/4/2018).

Mereka dipergoki petugas penggeledahan di ruang portir Lapas Klas IIb Tawaang Bitung.

"Mereka berdua ini hendak masuk untuk menemui seorang Napi, namun saat digeledah kami menemukan satu bungkus obat yang disembunyikan di rambut yang ditutupi dengan kerudung," jelas Berlin Petugas Penggeledahan Lapas Klas IIb Tawaang Bitung.

Sementara satu orang lagi menurutnya, hendak membuang obat tersebut ke tong sampah.

"Tapi obatnya jatuh di lantai," jelasnya.

Mendapati hal tersebut, mereka langsung melaporkan ke Polres Bitung untuk ditindaklanjuti.

Rekomendasi Untuk Anda

Sat Res Narkoba Polres Bitung kemudian menjemput dua perempuan tersebut, termasuk barang bukti 30 butir obat berwarna merah muda yang dibagi dalam dua kemasan plastik.

Dua perempuan yang diamankan yaitu NAT(18) dan ZI (18) warga Bitung Tengah, Kecamatan Maesa.

Menurut informasi, obat tersebut akan diberikan kepada Rahmat Napi di Lapas Klas IIb Tawaang Bitung.

"Mereka berdua saat ini sementara di periksa oleh penyidik, dan untuk jenis obat yang mereka bawa kami sementara selidiki juga bekerjasama dengan BPOM," ujar AKP Frelly Sumampow Kasat Res Narkoba Bitung.

Modusnya, dua orang ini menyembunyikan obat tersebut di rambut mereka yang digulung kemudian ditutupi menggunakan kerudung untuk mengelabui petugas.

"Terima kasih kepada respon petugas Lapas yang sudah melakukan koordinasi dengan kami," ujar dia.

Ia menjelaskan, akan terus mengembangkan kasus tersebut. 

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas