Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diduga Mabuk, Anggota Ormas Bacok Pekerja Proyek Tol Semarang-Solo, Helm Korban Sampai Pecah

Seorang pria berinial KL (35) warga Desa Susukan nekat membacok pekerja proyek jalan tol Salatiga-Boyolali, Sutarno (36) warga Kecamatan Bawen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Diduga Mabuk, Anggota Ormas Bacok Pekerja Proyek Tol Semarang-Solo, Helm Korban Sampai Pecah
ist
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Seorang pria berinial KL (35) warga Desa Susukan nekat membacok pekerja proyek jalan tol Salatiga-Boyolali, Sutarno (36) warga Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Kejadian pembacokan tersebut terjadi di jalan umum pembangunan overpass jalan tol Dusun Deresan, Desa Susukan, Kecamaan Susukan, Kabupaten Semarang pada Minggu (6/5/2018) sekitar pukul 17.30.

Kejadian bermula ketika Sutarno yang baru selesai bertugas mengatur akses jalan boks calvert dan hendak pulang.

Tiba-tiba tanpa ada percakapan atau masalah sebelumnya, korban didatangi oleh oknum anggota ormas berinisial KL.

KL langsung mengibaskan golok yang ada di genggaman tangannya sebanyak dua kali ke arah korban.

Akibat tebasan golok KL, rahang sebelah kiri korban berakibat luka sepanjang 15 cm dan mengakibatkan helm proyek korban pecah.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada saat kejadian, pekerja proyek lainnya melihat langsung peristiwa tersebut.

Pelaku segera melarikan diri usai ditenangkan oleh korban dan dilerai oleh Kabib (25), warga Dusun Deresan.

Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga untuk menjalani perawatan intensif.

Karena tidak terima perlakuan KL, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Susukan.

Korban merasa heran dirinya menjadi korban penganiayaan. Karena selama ini tidak pernah ada masalah dengan pelaku.

"Saat mendatangi saya, tercium bau alkohol dari mulut pelaku. Mungkin baru mengonsumsi minuman keras."

"Saya juga merasa tidak pernah ada masalah dengan pelaku atau orang lain tapi mengapa saya dianiaya," kata Sutarno pada polisi saat melaporkan kasus penganiayaan yang ia alami pada Minggu pukul 22.00.

Kasus ini saat ini ditangani Satreskrim Polres Semarang. Hingga saat ini pelaku berinisial KL masih dalam pengejaran polisi.

"Penyebab timbulnya permasalahan ini masih kita dalami. Pelaku masih dalam pengejaran, kami harap untuk segera menyerahkan diri," ujar Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas