Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Syahri Mulyo Tetap Ikut Pilkada Tulungagung Meski Jadi Tersangka

Meski Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun proses Pilkada Tulungagung akan tetap berjalan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Syahri Mulyo Tetap Ikut Pilkada Tulungagung Meski Jadi Tersangka
Surya/David Yohanes
Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (berpeci) saat akan mendaftar ke KPU Tulungagung. SURYA/DAVID YOHANES 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Meski calon bupati nomor urut dua, Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun proses Pilkada Tulungagung akan tetap berjalan secara normal.

"Pencalonannya tidak bisa dibatalkan, jadi prosesnya terus berjalan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, Suprihno, Jumat (8/6/2018).

Suprihno menjelaskan, dalam Peraturan KPU nomor 15 tahun 2017, perubahan dari PKPU nomor 3 tahun 2017, ada tiga penggantian calon.

Pertama calon berhalangan tetap, kedua calon sakit permanen dan ketiga calon dijatuhi pidana berkekuatan hukum tetap.

Baca: Indra Serahkan Buaya Senyulong Sepanjang 2,3 Meter ke BKSDA Jateng Setelah 3 Tahun Memeliharanya

"Bisa diganti dalam masa verifikasi dan 30 hari sebelum pemungutan suara. Lebih dari itu tidak bisa diganti," ungkap Suprihno.

Sehingga dipastikan, Syahri Mulyo tetap akan menjalani proses Pilkada hingga penetapan pemenang.

Jika Syahri menang dalam Pilkada dan perkaranya inkracht serta diputus bersalah, maka sudah menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rekomendasi Untuk Anda

Syahri bisa dilantik, kemudian diberhentikan dan diganti oleh wakilnya.

"Wakilnya naik, kemudian partai pengusung mencari pengganti untuk wakil bupati," tambah Suprihno.

Kini setelah salah satu calon menjadi tersangka KPK, Suprihno mengkhawatirkan melonjaknya Golput (golongan putih).

Baca: Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung Menyerahlah Mumpung di Bulan Suci

Sebab bisa jadi dengan kejadian ini masyarakat menjadi apatis dan tidak menyalurkan suaranya dalam Pilkada.

Sebelumnya KPU menargetkan angka keikutsertaan pemilih hingga 77,5 persen.

"Bisa-bisa target KPU tidak bisa tercapai gara-gara kejadian ini," tegasnya.

Karena itu Suprihno berharap masyarakat tetap antusias menyalurkan suaranya. (David Yohanes)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas