Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Duh, Ternyata Salah Satu Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Mahasiswa UGM Masih di Bawah Umur

Seorang pemuda menjadi korban tindak aniaya berat (Anirat) atau yang lebih dikenal masyarakat Yogyakarta dengan klithih

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda menjadi korban tindak aniaya berat (Anirat) atau yang lebih dikenal masyarakat Yogyakarta dengan klithih di sekitaran simpang empat Mirota, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 02.00 pagi.

Akibat kejadian tersebut, korban dilarikan ke Rumah Sakit Sardjito dan akhirnya meregang nyawa usai mengalami pendarahan hebat akibat luka sabetan senjata tajam (Sajam) pada bagian punggung

Dilansir oleh Tribunjogja.com dari akun Instagram @poldajogja, Direktorat Reskrimum Polda DIY melalui Resmob Progo Sakti berhasil mengamankan pelaku klithih tersebut pada hari Sabtu (9/6/2018).

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Solichul Ansor mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban yaitu Dwi Ramadhani Herlangga (26), seorang mahasiswa Universitas Gadjah  Mada (UGM), yang bertempat tinggal di Jalan Kelapa Sawit lV RT.3 RW.7, Plamongansari, Pandurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan kegiatan bagi-bagi santap sahur bersama teman-temannya di wilayah Kota Yogyakarta.

Dijelaskan oleh Kapolsek, kegiatan tersebut dimulai pukul 1 pagi hingga 2 pagi.

Selain itu, dalam membagikan santap sahur tersebut korban bersama teman-temannya mengendarai sepeda motor, di mana korban saat itu dibonceng oleh temannya yaitu Muhammad Zakaria A (20), warga Taskombang, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah.

"Setelah membagi-bagikan makan sahur, korban sama teman-temannya mau pulang ke Sleman. Saat itu korban sama temannya dari arah timur mau ke utara, sampai perempatan Mirota ada orang yang tak dikenal teriak 'Bajingan' kepada korban dan temannya," katanya saat ditemui di ruangannya, Kamis (7/6/2018).

"Karena tahu kalau orang yang teriak tadi bawa sajam, saksi yang memboncengkan korban langsung memacu motornya untuk menjauhi orang tak dikenal tadi," imbuhnya.

Orang yang meneriaki korban diduga berjumlah lebih dari satu orang dan mengendarai sepeda motor, sambung Kapolsek.

Selanjutnya, saat dibonceng oleh saksi tiba-tiba korban mengeluh sakit pada bagian punggungnya kepada saksi.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas