Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasutri Pelempar Bom di Mata Tetangganua

Terduga teroris di Polres Indramayu juga sering bertemu dengan para tetangganya, sehingga mereka memiliki Kesannya tersendiri terhadap pasangan itu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pasutri Pelempar Bom di Mata Tetangganua
TRIBUN JABAR/IMAM BAEHAQI
Petugas berjaga di Mapolres Indramayu usai tragedi pelemparan bom oleh dua orang tak dikenal, Minggu (15/7/2018). Dua orang terduga teroris tersebut berhasil melarikan diri usai melampor bom panci yang tak meledak ke Mapolres Indramayu siang tadi. TRIBUN JABAR/IMAM BAEHAQI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Pasangan suami istri yang melempar bom panci ke Mapolres Indramayu dikenal baik oleh tetangganya.

Selain itu, keduanya juga dikenal terbuka dan berbaur dengan warga sekitar.

"Orangnya baik-baik semua, enggak ada masalah," ujar Ketua RW 26 Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Tarli, saat ditemui usai penggeledahan rumah GL oleh Tim Densus 88, Minggu (16/7/2018).

Ia mengatakan, sehari-hari GL bekerja sebagai penjual kue di pasar.

Tarli mengaku tak menyangka kedua pasutri itu terlibat jaringan teroris.

Keduanya diduga terlibat Jaringan Ansorut Daulah (JAD) wilayah Indramayu.

Rekomendasi Untuk Anda

Katanya GL itu sempat lari ke rumah pamannya sebelum ditangkap," kata Tarli.

"Selain rumah GL, Densus 88 juga menggeledah rumah pamannya, MK.

Densus 88 menggeledah rumah keduanya yang berada di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada Minggu kira-kira pukul 08.00 WIB.

Petugas menyita sejumlah barang bukti dari rumah keduanya.

"Tadi lihat ada panah, buku-buku, dan lainnya," ujar Tarli.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas