Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes Beri Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri di Gorontalo

Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) ke sekolah-sekolah untuk remaja putri Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kemenkes Beri Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri di Gorontalo
Tribunnews.com/Ria Anatasia
Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) ke sekolah-sekolah untuk remaja putri Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, GORONTALO - Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) ke sekolah-sekolah untuk remaja putri Indonesia.

Program ini dilakukan untuk mengurangi risiko anemia, yang bila diderita ibu hamil bisa berpotensi melahirkan bayi stunting (kekerdilan akibat kurang gizi).

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengunjungi SMK I Limboto, Gorontalo untuk meninjau implementasi program tersebut.

"Coba berdiri semuanya sehat ya tidak ada yang kerdil. Kelihatan sekali kalian adalah anak yang sehat dan cerdas. Kalian SDM yang kita harapkan ke depan," kata Nila di hadapan ratusan siswa-siswi SMK I Limboto.

Baca: Kementerian Kesehatan Beri Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri di Gorontalo

Nila menjelaskan, remaja putri mengalami siklus haid rutin yang mengurangi darah dalam jumlah cukup banyak. Pola makan serta gaya hidup yang kurang baik juga meningkatkan risiko anemia.

Tablet Tambah Darah (TTD) mengandung 60 mg Besi Elemental dan Asam Folat 400 ug) yang menurunkan gejala kurang darah.

Dalam acara sosialisasi ini, para siswi sekolah tersebut beramai-ramai mengonsumsi TTD di hadapan Menkes.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami minum ini untuk persiapan masa depan. Saat melahirkan kita perlu darah, jasi kami persiapkan minum itu selagi masih remaja," ucap Siti Nurdeana Umar, siswi kelas 11 SMK I Limboto.

Untuk diketahui, persentase remaja putri yang mendapat TTD di Gorontalo mencapai 22,2%, melebihi target rencana strategis (Renstra) Kemenkes (20%).

Data tersebut menjadikan Gorontalo menjadi satu dari lima provinsi dengan cakupan tertinggi, setelah Kepulauan Riau (42%); Bali (38,6%); dan Kepulauan Bangka Belitung (24,7%).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas