Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cemaskan Gempa Susulan, Warga Pilih Bertahan di Luar Rumah

Warga pun memilih bertahan di luar rumah karena masih trauma. Kepanikan warga di Lombok masih terasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Cemaskan Gempa Susulan, Warga Pilih Bertahan di Luar Rumah
ISTIMEWA
Warga di Lombok dievakuasi keluar rumah oleh Dompet Dhuafa setelah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7 SR pada kedalaman 15 km dengan pusat gempa di darat 18 km barat laut Lombok Timur NTB pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8/2018) petang. 

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, NTB dan sekitarnya pada Minggu malam (5/8/2018).

Warga pun memilih bertahan di luar rumah karena masih trauma. Kepanikan warga di Lombok masih terasa.

Baca: Ratusan Warga di NSW dan Victoria Laporkan Penampakan Meteor

Di sejumlah titik di kota Mataram, tampak warga memadati lapangan atau tanah lapang daripada kembali ke rumah mereka. Salah satunya adalah Muksin, warga Ampenan, yang tinggal di dekat pantai.

"Takut di rumah kalau ada susulan dan ada potensi tsunami, karena rumah saya ada di dekat pantai," katanya.

"Waktu gempa terjadi, kami sedang sholat Isya. Belum selesai sholat, kami langsung bubar. Guncangannya sangat keras," katanya, Minggu (5/8/2018).

Sementara itu, Supriyanto, warga Perumnas di Tanjung Jarang, juga memilih bertahan bersama seluruh anggota keluargaya di lapangan di Kota Lombok. Supriyanto dan keluarganya merasa lebih aman berada di luar rumah.

"Semua warga di desa ngungsi, karena rumah kami dekat pantai. Yang penting ngungsi menjauh dari pantai," katanya. Pasca gempa kemacetan terjadi di jalanan di Kota Lombok, karena warga lebih memilih keluar rumah dan mencari tempat aman. Selain itu, gempa juga membuat jaringan listrik padam dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih Trauma, Warga Lombok Pilih Bertahan di Lapangan Pasca-Gempa", 
Penulis : Kontributor Mataram, Karnia Septia

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas