Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Minta Keadilan untuk Ayahnya, Bocah di Sukoharjo Ini Tulis Surat Kepada Ibunda Jokowi

Warga mencoba melakukan perlawanan, mulai dari menggelar negosiasi damai, demonstrasi, hingga aksi pembakaran bangunan.

Minta Keadilan untuk Ayahnya, Bocah di Sukoharjo Ini Tulis Surat Kepada Ibunda Jokowi
Veny Ike Anjarwati
Surat yang ditulis oleh Genta (13) untuk Ibunda Joko Widodo, Sudjiatmi, berisi tentang keinginannya agar ayahnya, Sukemi dibebaskan dari penjara. 

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO – Pengoperasian pabrik serat rayon oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak Oktober tahun lalu mengakibatkan pencemaran udara dan air.

Seperti dilansir Tribun Bali dari Kompas.com, Proses produksi mengakibatkan air sungai di daerah sekitar wilayah pabrik di Dusun I, Plesan, Nguter, Kabupaten Sukoharjo tercemar dan berbau busuk.

Warga mencoba melakukan perlawanan, mulai dari menggelar negosiasi damai, demonstrasi, hingga aksi pembakaran bangunan.

Dalam serangkaian aksi perlawanan ini, tujuh aktivis lingkungan ditangkap dan kini mendekam di Lapas Kedungpane, Semarang.

Salah satu dari ketujuh aktivis itu adalah Sukemi, seorang buruh tani yang memperjuangkan lingkungannya. Ia divonis hukuman penjara selama 2 tahun 3 bulan dalam sidang yang digelar Selasa (7/8/2018).

Pada Sabtu (11/8/2018), Kompas.com berhasil menghubungi istri Sukemi, Veny Ike Anjarwati yang kemudian menceritakan masalah ini.

Veny berkisah, pada 23 Februari lalu suaminya pergi ke pabrik PT RUM saat kerusuhan dan pembakaran sudah terjadi.

“Setahu saya Mas Kemi pergi dari rumah jam 14.30 sore bersama anak-anak. Saat itu pembakaran sudah terjadi sejak pukul 13.00. Tapi kurang tahu juga kenapa suami saya ikut ditahan, mungkin lagi apes,” ujar ibu tiga anak ini.

Ketiga anak pasangan Veny dan Sukemi adalah Genta (13), Rafa (10), dan si bungsu Dafa (3).

Sukemi sudah mendekam di Lapas Kedungpane, Semarang sejak Maret 2018. Setelah ayahnya dipenjara, Genta menulis sebuah surat dengan tulisan tangan yang ia tujukan kepada ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi,

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas