Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

33 Desa di 10 Kecamatan di Tuban Alami Kekeringan

Joko Ludiyono mengatakan, kekeringan memang masih terus terjadi bahkan untuk wilayah terdampak juga terus bertambah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 33 Desa di 10 Kecamatan di Tuban Alami Kekeringan
SERAMBI/SADUL BAHRI
Warga memperhatikan sawah yang sudah retak akibat kemarau, sehingga tidak bisa dilakukan penanaman padi karena tidak adanya air, di Desa Alue Mie, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya Rabu (29/1). 

Laporan Wartawabn Surya M Sudarsono

TRIBUNNEWS.COM,  TUBAN - Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Tuban jumlah wilayah yang mengalami kekeringan.

Bila sebelumnya ada 28 desa di 8 kecamatan turut terdampak kekeringan kini  bertambah menjadi 33 desa di 10 kecamatan.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono mengatakan, kekeringan memang masih terus terjadi.

Bahkan, untuk wilayah terdampak juga terus bertambah.

"Ya sekarang bertambah dua kecamatan, Kecamatan Soko dan Rengel," ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/9/2018).

Joko menjelaskan, untuk Kecamatan Soko ada di Desa Jati dan untuk Kecamatan Rengel ada di Desa Sawahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya terdata, Kekeringan terjadi di Desa Sambongrejo, Genaharjo, Jadi, Prunggahan Kulon di Kecamatan Semanding.

Selain itu, ada Desa Ngandong, Grabagan, Gesikan, Waleran di Kecamatan Grabagan.

Lalu Desa Gaji, Sidonganti, Kecamatan Kerek. Kemudian, Desa Medalem, Sendang, Wanglukulon, Wangluwetan, Jatisari, Rayung, Sidoharjo, Leran, Kecamatan Senori.

Selanjutnya, Desa Kedungjambangan, Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan.

Berikutnya, Desa Brangkal, Parangbatu, Sembung, Sukorejo, Pacing, Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. 

Lalu Desa Sadang dan Bader, Kecamatan Jatirogo. Terakhir, Desa Guwoterus, Maindu dan Nguluhan, Kecamatan Montong.

"Sekarang sudah 33 Desa di 10 Kecamatan," pungkas mantan Camat Widang tersebut.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas