Tribun

Diduga Tidak Tahan Menderita Linu Menahun, Saeran Pilih Akhiri Hidup

Petugas menemukan luka jerat di leher, mengeluarkan sperma dan kotoran serta lidah menjulur keluar

Editor: Eko Sutriyanto
Diduga Tidak Tahan Menderita Linu Menahun, Saeran Pilih Akhiri Hidup
Kompas.com/Junaedi
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Surya Hanif Manshuri 


TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN -  Saeran (63) warga Desa Mekanderejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan ditemukan cucunya Ahmad Kukuh (14) tewas gantung diri di belandar rumahnya, Selasa (11/9/2018) sore.

Korban gantung diri dengan menggunakan tali yang diikatkan di blandar rumah.

Ahmad Kuku melihat kekeknya ketika mau ke samping rumah.

Melihat kakeknya tergantung, saksi berteriak mencari pertolongan ke rumah pamannya bernama, Samiran, dan  mendatangi tempat kejadian.

Saksi Samiran dibantu para tetangga menurunkan korban dari gantungan belandar.

Keluarga masih tidak dipercaya kalau korban sudah meninggal sehingga dibawa ke Balai Pengobatan NU Kedungpring.

Ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca: Pria Ini DitemukanGantung Diri, Malam Sebelumnya Diketahui Nonton Aksi Jenita Janet

Korban bunuh diri dan saat olah TKP, polisi mendapatkan data jarak antara blandar sampai tanah 284 sentimeter, jarak antara blandar ke leher 80 sentimeter, jarak kaki ke tanah 35 sentimeter.

Memakai kaos putih, celana pendek warna hitam. Ada luka jerat di leher, mengeluarkan sperma dan kotoran dan lidah menjulur keluar.

"Tidak terdapat tanda tanda penganiayaan," kata Kapolsek Kedungpring, AKP Guntar.

Menurut keterangan keluarga, korban kemungkinan akibat tak kuat lagi setelah lama menderita penyakit linu menahun. 

Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas