PSK Sunan Kuning Ditemukan Tewas, Tadi Malam Ninin Masuk Kamarnya Bersama Salah Satu Operator Wisma
Anjing pelacak dari Unit K-9 Polrestabes Semarang yang dikerahkan untuk mencari bukti tambahan terkait dugaan pembunuhan Ninin
Editor:
Sugiyarto
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Anjing pelacak dari Unit K-9 Polrestabes Semarang yang dikerahkan untuk mencari bukti tambahan terkait dugaan pembunuhan Ninin yang ditemukan di Sunan Kuning, Kamis (13/9/2018) menunjukkan fakta baru.
Anjing bernama Neal tersebut langsung diajak petugas menuju ke kamar tempat ditemukannya korban meninggal dunia.
Setelah sekitar 10 menit berada di dalam, anjing tersebut kemudian keluar bersama seorang petugas.
Anggota yang menuntun anjing tersebut menggenggam sebuah botol ukuran satu setengah liter yang tampak sedikit terisi solar. Anjing itu kemudian berhenti di parkiran sebuah wisma Barbie Dystro.
Bangunan itu terletak sekitar 50 meter ke arah selatan dari wisma Mr Classic. Tidak hanya sekali, petugas kepolisian mencobanya hingga tiga kali namun anjing pelacak selalu berhenti di tempat yang sama.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Donny Eko Listianto menyebut pihaknya bahkan tidak berani mengubah apapun yang ada di TKP sebelum kehadiran anjing pelacak.
"Belum bisa menyimpulkan meninggal berapa lama, atau ada barang yang hilang atau tidak karena kalau mengubah TKP takutnya mengganggu penciuman anjing pelacak," beber Donny.
Setelah anjing pelacak beraksi dan tiga kali berhenti di tempat yang sama. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Kariadi untuk menjalani otopsi.
Sebelumnya diberitakan dugaan pembunuhan terjadi di kompleks lokalisasi Sunan Kuning tepatnya wisma Mr Classic, Kamis (13/9/2018).
Seorang wanita yang bernama Ayu Sinar Agustin alias Asih atau Ninin (23) Warga Patebon, Kendal ditemukan tergeletak di kamarnya tanpa pakaian.
Korban ditemukan pertama kali oleh Nur seorang petugas kebersihan wisma tersebut. Ia menyebut awalnya curiga lantaran Ninin tidak keluar kamar hingga siang hari.
"Dia biasanya keluar pagi hari untuk sarapan tapi sampai menjelang sore nggak keluar-keluar, lalu saya coba tengok ke kamarnya yang sudah tertutup," terang Nur di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 14.00 ia mencoba membuka kamar korban yang memang hanya tertutup namun tidak terkunci. Ia terkejut ketika melihat Ninin dalam keadaan terlentang, tanpa busana dan tidak sadarkan diri.
Seketika ia langsung mengabarkan ke warga sekitar yang kemudian meneruskan ke kepolisian. Tidak lama anggota polisi datang dan melakukan olah TKP.
Dari informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat dengan salah satu operator wisma pada Rabu malam masuk ke kamar tersebut. (*)
Baca tanpa iklan