Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Ini Dilaporkan ke Polisi Gara-Gara Gerebek Oknum Kades Selingkuh

Oknum kades itu masih memiliki istri, sedangkan perempuan tersebut masih memiliki suami

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Warga Ini Dilaporkan ke Polisi Gara-Gara Gerebek Oknum Kades Selingkuh
Ist
Sejumlah warga seusai diperiksa oleh pihak kepolisian, didampingi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Tengah, Taufik Hidayat (tiga dari kiri), Rabu (26/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, PATI – Sejumlah warga di Dukuh Ngrancang Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, dilaporkan ke polisi oleh oknum kepala desa atas dugaan penculikan, perampasan dengan ncaman kekerasan atau penghinaan.

Dari keterangan pers yang diterima dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Tengah, Taufik Hidayat, yang mendampingi para warga atas kasus tersebut, Rabu (26/9/2018), peristiwa itu bermula pada Senin (16/7/ 2018) lalu.

Saat itu, lanjutnya, ketiga warga yakni Tukimin, Sudarto dan Suyatno warga Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memergoki oknum kades yang diduga melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita.

Oknum kades itu masih memiliki istri, sedangkan perempuan tersebut masih memiliki suami.

Tukimin, Sudarto dan Suyatno bersama ratusan warga lainnya, kemudian membawa oknum kades tersebut ke kantor kelurahan desa setempat.

Sesampainya di kantor kelurahan, sebagaimana video yang direkam oleh warga, kata Taufik, massa semakin banyak datang ke Kantor Desa Wedusan.

“Dan akhirnya demi menyelamatkan Kepala Desa Wedusan Ali Mastur, warga menghubungi polisi dan membawa kepala desa dan perempuannya ke Polsek Dukuhseti Pati,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selanjutnya, pihak Polsek Dukuhseti Pati, membawa oknum kepala desa beserta perempuan tersebut, melimpahkan ke Polres Pati.

“Akan tetapi selang beberapa saat warga malah di laporkan oleh oknum Kades itu ke Polres Pati dengan laporan penculikan, perampasan dengan ancaman kekerasan atau penghinaan,” ungkapnya.

Taufik menilai, laporan oknum kades tersebut ke warga tidak mendasar. Sebab, tidak ada satupun yang melakukan kekerasan atau penculikan terhadap Kades tersebut.

“Yang ada warga malah mengamankan dia ke kantor desa. Karena semakin banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi penangkapan,” tegasnya.

“Jadi, perkara ini bisa dikatakan membalikan fakta dan kriminalisasi warga. Wong, warga menyelamatkan oknum kades dari amukan warga, malah di laporkan polisi,” tandas Taufik.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi Sukmana saat dihubungi melalui telepon selulernya, belum dapat memberikan konfirmasi. Namun akan segera memberikan penjelasan.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas