Tribun

Anggur Impor Berformalin Beredar, Buah yang Dijajakan Pedagang di Pinggiran Jalan Diperiksa

Beredar kabar anggur merah impor mengandung formalin di daerah Jambi. Untuk mencegahnya beredar di kota Tasikmalaya, badan perdagangan Kota Tasikmalay

Editor: Samuel Febrianto
Anggur Impor Berformalin Beredar, Buah yang Dijajakan Pedagang di Pinggiran Jalan Diperiksa
TRIBUNJABAR/Isep Heri
Petugas Dinas KUMKM, Industri, dan perdagangan Kota Tasikmalaya melakukan inpeksi ke sejumlah pedagang buah yang biasa mangkal di Jalan HZ Mustofa, Jumat (19/20/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Beredar kabar anggur merah impor mengandung formalin di daerah Jambi. Untuk mencegahnya beredar di kota Tasikmalaya, badan perdagangan Kota Tasikmalaya lakukan inpeksi ke sejumlah pedagang buah, Jumat (19/10/2018) Siang.

Petugas melakukan penyusuran di sejumlah pedagang buah yang biasa menjajakan buah-buahan di pinggir jalan.

Baca: FIFA Ikut Soroti Kemenangan Timnas U-19 Indonesia atas Taiwan

Penyusuran dilakukan di sekitar kawasan Jalan Ir Djuanda, Jalan Padayungan, kemudian Jalan HZ Mustofa.

Dalam penyususran kali ini, petugas mengambil beberapa sampel buah anggur yang dari para pedagang.

Kepala bidang Perdagangan Dinas KUMKM, Industri, dan perdagangan Kota Tasikmalaya, Uron mengatakan inpeksi dilakukan merupakan antisipasi sebagai bentuk pengawasan perlindungan komsumen di Kota Tasikmalaya.

Baca: 3 Pangeran dan Putri Arab Saudi ini Alami Hal Tragis Bahkan Ada yang Bunuh Diri Meski Banyak Harta

"Kami membawa sampel dibeberapa kios dan penjual buah yang nantinya akan kami uji di laboratorium provinsi. Ini menyusul ada kekhawatiran anggur berformalin dan mengandung pestisida maka dari itu kami akan melakukan uji lab. Hasil lab keluar seminggu yang akan datang," Jelas Uron saat ditemui disela inpeksi.

Dia menuturkan anggur yang diperiksa ada beberapa jenis dan kebanyakan merupakan impor dari Cina.

"Nantinya kami akan melaksanakan pengawasan gabungan bersama dinas ketahanan pangan dan kepolisian jika uji lab menunjukan positif terkandung formalin," ujarnya.

Sementara itu, menurut pedagang hingga saat ini penjualan anggur masih berjalan normal.

Menurut keterangan Akbar (25) pedagang buah di Padayungan anggur merah impor Cina dijual seharga Rp 30 ribu perkilogramnya.

Dia menerangkan anggur impor ini memiliki daya tahan sekitar tiga hari.

"Anggur ini tahan dalam waktu tiga hari, kalau tidak laku tidak busuk tetapi tidak segar atau layu. Bisa dikembalikan pada pemasok bisa diuangkan atau dengan barang serupa," katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Beredar Anggur Impor Berformalin, Buah yang Dijajakan Pedagang di Pinggiran Jalan Diperiksa

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Beredar Anggur Impor Berformalin, Buah yang Dijajakan Pedagang di Pinggiran Jalan Diperiksa, http://jabar.tribunnews.com/2018/10/20/beredar-anggur-impor-berformalin-buah-yang-dijajakan-pedagang-di-pinggiran-jalan-diperiksa.
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Beredar Anggur Impor Berformalin, Buah yang Dijajakan Pedagang di Pinggiran Jalan Diperiksa, http://jabar.tribunnews.com/2018/10/20/beredar-anggur-impor-berformalin-buah-yang-dijajakan-pedagang-di-pinggiran-jalan-diperiksa.
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas