Ada WN Australia di tengah 233 Mahasiswa Papua Pendemo di Surabaya
Sekitar 30 menit menunggu mahasiswa Papua berkemas, seorang kuasa hukum keluar gedung Asrama Mahasiswa Papua.
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan TribunJatim, com, Nur Ika Anisa
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebanyak 233 orang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua dipulangkan ke Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya.
Dengan sukarela melibatkan kuasa hukum, mereka bersedia diperiksa Polrestabes Surabaya, Minggu dini hari (2/12/2018).
Dari hasil negosiasi, mereka sepakat untuk dipulangkan ke daerah asalnya pada Minggu (2/11/2018).
Dari Polrestabes Surabaya, mereka dipulangkan menggunakan puluhan mobil polisi ke Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya.
"Mereka berjanji satu jam untuk berkemas," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Minggu (2/12/2018).
Empat orang disiagakan untuk untuk menjaga barang-barang mahasiswa yang sudah dikemas dan siap dibawa pulang.
Polisi juga mendapati seorang warga negara Australia dan langsung diperiksa ke Kantor Imigrasi.
"Sudah dibawa ke kantor imigrasi maksudnya dilaksanakan pemeriksaan di imigrasi Surabaya," kata Dia.
Sekitar 30 menit menunggu mahasiswa Papua berkemas, seorang kuasa hukum keluar gedung Asrama Mahasiswa Papua.
Kuasa Hukum, Veronika bertemu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dan jajaran samping mengatakan hasil sementara negosiasi mahasiswa di dalam asrama.
Dikatakan Veronika, para penghuni asrama meminta pihak keamanan menyiapkan lima cluster bus yang berangkat bergantian dalam rentang 10 menit pemulangan.
"Bus yang keluar pertama menuju Malang dan cluster lainnya," kata Veronika.
Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya akan menjamin kepulangan penghuni asrama mahasiswa Papua.
"Kami jamin keamanannya. Rekan-rekan kita akan kembali ke daerahnya," kata Kombes Pol Rudi Setiawan di depan Asrama Mahasiswa Papua.