Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria Ini Seorang Caleg, Tidak Disangka Pekerjaan dan Cara Unik Sosialisasikan Program

Dengan keterbatasan dana, dirinya tidak berhenti berpikir bagaimana cara berkampanye dengan mengeluarkan biaya kecil

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Umumnya, seseorang yang mencalonkan diri sebagai legislatif biasanya dikenal dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata.

Namun hal tersebut ingin dipatahkan oleh Dwi Handoko.

Pria yang sehari-hari membuka usaha reparasi sepatu atau sol sepatu di depan Pasar Argosari ini memberanikan diri untuk ikut berkompetisi pada pemilu 2019.

Cara kampanye pun dibilang irit biaya yakni mensosialisasikan program-programnya kepada para pelanggan reparasi sepatunya.

Ia juga memperkenalkan diri bahwa ia ikut dalam pemilu 2019.

Ia mulai memberanikan diri untuk memperkenalkan diri dan programnya setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul sebagai calon legislatif (caleg).

Rekomendasi Untuk Anda

"Biasanya saya tanya dulu asal pelanggan dari mana kalau pas dengan daerah pilihan saya (dapil) biasanya saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri sebagai caleg," ujarnya pada Tribunjogja.com, Kamis (14/2/2019).

Dengan keterbatasan dana, dirinya tidak berhenti berpikir bagaimana cara berkampanye dengan mengeluarkan biaya kecil.

Baca: Affandy Pelaku Perusak Baliho Caleg di Manggala Makassar Dibawa ke RS Jiwa

Selain itu dirinya juga memaksimalkan posisinya sebagai pengurus Organisasi Muhammadiyah.

Usahanya merupakan warisan orangtuanya yang sudah berdiri sejak 1970-an.

Usaha tesebut ia teruskan pada tahun 2006 setelah sebelumnya dirinya berkecimpung di dunia bisnis transportasi.

Dwi Handoko harus rela banting stir sebagai tukang reparasi sepatu lantaran bisnis transportasi bangkrut.

Ia menceritakan, hasil dari bisnis sol sepatu tidak menentu terkadang mendapat Rp 50 ribu perharinya.

Dwi Handoko saat mereparasi sepatu milik pelanggannya, Kamis (14/2/2019)
Dwi Handoko saat mereparasi sepatu milik pelanggannya, Kamis (14/2/2019) ()

"Dari hasil itu untuk membiayai keluarga dan juga sekolah anak, anak pertama alhamdulillah diterima sebagai CPNS sedangkan anak kedua saya baru skripsi," katanya.

Ia mengaku, setiap beberapa hari sekali mengikuti pengajian rutin, dari situlah dirinya mengajak para jemaah untuk berdiskusi mengenai pencalegan yang ia lakukan.

"Bukan pada pengajiannya, tetapi setelah pengajian itu saya memperkenalkan diri dan mengajak berdiskusi dan hingga saat ini belum pernah diperingatkan oleh Bawaslu," katanya.

Tak berhenti sampai di situ dirinya juga bertandem dengan caleg provinsi maupun pusat untuk memperkenalkan dirinya kepada warga.

Dwi juga mengaku  tidak membuat baliho atau rontek yang dipasang di pinggir jalan.

"Saya hanya membuat stiker-stiker kecil yang ditempelkan di beberapa tempat, saya ingin membuktikan bahwa caleg itu bukan diukur dari materi yang dipunyai tetapi caleg berkualitas diukur dari Sumber Daya Manusia (SDM)," jelasnya.

Dalam Pemilu 2019 kali ini, dirinya menargetkan sebanyak 2.500 suara yang sebagian didapat dari organisasi Muhammadiyah maupun tetangga sekitarnya.

Jika terpilih nanti ia akan memperjuangkan wong cilik dan tidak akan lupa kepada para pemilihnya

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas