Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Korban Banjir di Madiun Mulai Kembali Pulang ke Rumah

Hanya ada tiga posko yang masih ditempati yakni di Kantor Kecamatan Balerejo, Kantor Desa Garon dan antor Desa Glonggong

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengungsi Korban Banjir di Madiun  Mulai Kembali Pulang ke Rumah
SURYA.CO.ID/RAHADIAN BAGUS
Air Setinggi 75 Sentimeter Meluap ke Jalan Tol Madiun Sepanjang 600 Meter 

Laporan Wartawan Surya Rahardian Bagus  

TRIBUNNEWS.COM,  MADIUN - Banjir di Kabupaten Madiun mulai surut pada Kamis (7/3/2019).

Dari 52 desa di 12  kecamatan di Kabupaten Madiun yang terdampak banjir, hanya tinggal satu desa saja yang masih terdapat genangan air.

"Jadi hingga Kamis (7/3/2019) malam hari, saya baru saja mendatangi lokasi paling ujung, perbatasan dengan Ngawi. Dusun Pojok, Desa Sogo, air naik di sana. Tapi desa lainnya sudah turun semua. Mudah-mudahan Desa Pojok ini menjadi desa yang terakhir posisi yang perlu diperhatikan," kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro saat ditemui di Posko Pengungsian, Kantor Kecamatan Balerejo, Madiun, Kamis (7/3/2019) malam.

Dia menuturkan, para pengungsi yang sebelumnya tinggal di posko di tiap desa dan kecamatan sebagian sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.

"Pengungsi sangat terkendali, kami siapkan kebutuhan mereka. Makanan dan kebutuhan kesehatan. Banyak yang sudah pulang," kata bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini.

Baca: Banjir Genangi Jalur Tol Ngawi-Kertosono

Namun, jumlah pengungsi akibat banjir tidak diketahui secara pasti sebab mereka tersebar dan banyak yang lebih memilih tinggal di rumah kerabat atau tetangga yang tidak terdampak banjir.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jumlah pengungsi karena tersebar, kita mengikuti pola pikir para korban. Artinya di satu desa itu ada beberapa pos pengungsian, di tingkat kecamatan kemarin juga ada," katanya.

Pada hari kedua pasca banjir, hanya ada tiga posko yang masih ditempati para pengungsi, yakni di Kantor Kecamatan Balerejo, Kantor Desa Garon, dan Kantor Desa Glonggong.

Dia menuturkan, selama dua hari penanganan bencana banjir diutamakan pada evakuasi untuk mencegah timbulnya korban jiwa.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas