Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lukito: Kalau Saya nggak Ngegas Sepeda Motor, Bisa Jadi Tertimbun Tanah Longsor

Lukito (33) bersyukur karena dirinya selamat dari musibah tanah longsor, yang terjadi di jalan raya jurusan antar-kecamatan.

Lukito: Kalau Saya nggak Ngegas Sepeda Motor, Bisa Jadi Tertimbun Tanah Longsor
Surya/Imam Taufiq
Jalur ke Pasar Wlingi lumpuh dari arah Kecamatan Doko akibat tertimbun tanah longsor, Minggu (24/3/2019). SURYA/IMAM TAUFIQ 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Lukito (33), penjual sayur asal Dusun Bebekan, Desa/Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, bersyukur karena dirinya selamat dari musibah tanah longsor, yang terjadi di jalan raya jurusan antar-kecamatan, yakni Kecamatan Doko dan Kecamatan Wlingi.

Sebab, saat kejadian Minggu (24/3/2019) dini hari itu, dia sedang melintas karena hendak pergi ke Pasar Wlingi.

Untungnya, ia berhasil menancapkan gas sepeda motornya saat terdengar suara kemrosok, yang tak lain suara tanah tebing di jalan Dusun Carangkembang, Desa Suru, Kecamatan Doko itu mau longsor.

"Kalau saya nggak ngegas sepeda motor saya, ya bisa jadi tertimbun tanah longsor itu. Itu saya gas karena saya mendengar suara kemrosok dan tiang listrik sudah miring (mau roboh)," tutur Lukito, yang tak henti-hentinya bersyukur atas keselamatannya itu.

Meski selamat dari musibah, namun Lukito dan pedagang lainnya tetap mendapatkan kendala.

Sebab, saat pulang dari pasar atau sehabis belanja dari Pasar Wlingi, mereka tak bisa melintas di jalan yang kini tertimbun tanah longsor tersebut.

Sebab, jalan yang satu-satunya menghubungkan dua kecamatan itu, kini tertimbun tanah longsor setinggi 2 meter, dengan panjang 8 meter.

Ditambah, timbunan tanah itu bercampur bongkahan kayu dan bambu, sehingga membuat proses pembersihannya sulit.

"Kini, kami dan pedagang lainnya, harus memutar sejauh sekitar 7 km, untuk menghindari jalan yang tertimbun longsoran itu. Ya, kami harus memutar jauh karena harus lewat Desa Popoh, Kecamatan Selopuro," ungkap Lukito.

Baca: Mengapa Dosen Wahyu Buang iPhone Siti Zulaeha Usai Membunuhnya?

Sementara Kapolsek Doko, AKP Sunardi mengatakan, penyebab longsor itu karena diduga akibat hujan yang mengguyur seharian kemarin, Sabtu (23/3/2019).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas