Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Panik, Banyak Sapi Milik Warga Lamongan Mati Mendadak, Penyebabnya Belum Diketahui

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Jawa Timur belum menemukan penyebab pasti sejumlah sapi yang mati mendadak di Lamongan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Warga Panik, Banyak Sapi Milik Warga Lamongan Mati Mendadak, Penyebabnya Belum Diketahui
Istimewa/Kolase Tribun Bali
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Jawa Timur belum menemukan penyebab pasti sejumlah sapi yang mati mendadak di Lamongan.

"Pemeriksaan sudah dilakukan pada sapi yang mati mendadak, dan sejauh ini petugas tidak menemukan satupun ciri-ciri yang menjadi penyebab kematian," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Sukriyah kepada Surya.co.id, Kamis (11/04/2019).

Menurut Sukriyah, pihaknya hari ini kembali menugaskan tim Disnakeswan untuk melakukan investigasi bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogjakarta.

"Ya, untuk penajaman penyebab sapi mati mendadak di Lamongan," katanya.

Upaya yang dilakukan diantaranya penambahan pengambilan sampel, daging, pakan, beberapa sampel yang akan diuji laboratorium.

Kalau hasil uji laboratorium kemungkinan baru diketahui hasilnya pada dua pekan kedepan.

Sukriyah mengaku tidak mau berspekulasi tentang penyebab sapi - sapi mati mendadak.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang jelas, semua komponen akan menjadi bahan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan menyebutkan, mulai awal tahun 2019 hingga saat ini tercatat sebanyak 19 ekor sapi yang mati mendadak.

Sapi-sapi itu tersebar di beberapa desa, di antaranya di Kecamatan Tikung, diantaranya, di Desa Soko, Desa Kelorarum dan Desa Wonokromo.

Bahkan, baru-baru ini, kasus serupa kembali menimpa sapi milik salah satu peternak asal Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Minggu (10/4/2019).

Menurut Sukriyah, dari pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap sapi yang mati mendadak, petugas tidak menemukan satupun ciri-ciri yang menjadi penyebab kematian.

Sukriyah hanya berharap para peternak berhati - hati saat mengambil rumput untuk pakan ternaknya.

Jika perlu tanya pada masyarakat sekelilingnya apakah lokasi pengambilan rumput diinsektisida atau tidak.

"Termasuk jerami yang ada di sawah," katanya.

Langkah itu harus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa, meski belum dipastikan rumput bekas diobati itu menjadi penyebabnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sejumlah Sapi Mati Mendadak di Lamongan. Disnakeswan Akan Lakukan Investigasi

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas