Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

765 Napi Lapas Kelas I Madiun Tak Bisa Nyoblos

Sebanyak 765 narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas I Madiun tidak bisa menggunakan hak pilihnya lantaran tidak memiliki formulir A5.

765 Napi Lapas Kelas I Madiun Tak Bisa Nyoblos
(Bangka Pos/Riyadi)
Seorang Napi dikawal petugas Rutan Muntok, ketika memasukkan surat suara ke kotak suara di TPS 01 Gelora Muntok, Kamis (23/2/2012).

TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Sebanyak 765 narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas I Madiun tidak bisa menggunakan hak pilihnya lantaran tidak memiliki formulir A5.

Dua di antaranya yang tidak dapat memilih karena napi kasus teroris.

Pantauan di lokasi, Lapas Kelas I Madiun, Selasa (17/4/2019) pagi, terdapat tiga tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 19, 20, dan 21.

Para napi tampak mencoblos dengan tertib.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Thurman Hutapea, mengatakan dari jumlah warga binaan sebanyak 1.270 orang, yang bisa menggunakan hak suaranya hanya 505 orang.

Sedangkan 765 orang lainnya tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Baca: Link Live Streaming Hasil Quick Count Pilpres 2019 di TV One dan Metro TV, Bisa Pantau Lewat HP

Thurman mengatakan, sebagian besar napi yang tidak bisa mencoblos karena tidak memiliki surat undangan memilih maupun surat pindah A5.

Selain itu, banyak napi yang belum memiliki e-KTP sehingga tidak bisa mencoblos.

"Ada 505 orang napi di LP Kelas I Madiun yang bisa mencoblos, yang asli Kota Madiun hanya 32 orang. Sedangkan yang lain merupakan pemilih pindah atau DPTb," jelas dia.

Selain itu, ada dua napi kasus terorisme yang juga tidak bisa mencoblos, karena kedua napi teroris ini tidak mengakui NKRI dan tidak memiliki e-KTP.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas