Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Telurusi Penyebar Video Hoak Pengepungan Kantor KPU Sampang oleh Ribuan Warga

Penyebar video tersebut adalah akun palsu yang dengan sengaja bentuk opini di media sosial sehingga masyarakat terpengaruh

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi Telurusi Penyebar Video Hoak Pengepungan Kantor KPU Sampang oleh Ribuan Warga
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera 

TRIBUNEWS.COM, SURABAYA - Beredar di media sosial video kericuhan yang menyebutkan ribuan warga mengepung kantor Komisi Pemilihan Umum Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin, (22/04/19).

Polda Jatim menegaskan peristiwa dalam video adalah kejadian saat Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 lalu, tak berkaitan dengan Pemilu 2019.

“Yang jelas cepat atau lambat penyebar video itu bisa tertangkap,” tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.I.K., Selasa (23/4/2019) di Mapolda Jatim seperti dilansir dari Tribratanews.com, Rabu (24/4/2019).

Penyebar video tersebut adalah akun palsu yang dengan sengaja bentuk opini di media sosial, sehingga masyarakat terpengaruh.

Baca: Kerajinan Tangan Batok Kelapa dan Tulang Ikan Sumenep Madura Tembus Eropa

Video itu benar atau tidak bisa ditanyakan ke KPU atau Bawaslu.

Video tersebut juga beredar di YouTube.

Salah satunya di akun AP dengan judul: ‘Madura Rusuh 2 Ribuan Warga Sampang Kepung Kantor KPU-Bawaslu Sampang’.

Rekomendasi Untuk Anda

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, video tersebut adalah peristiwa saat pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Sampang 2018 lalu.

Dia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh seolah-olah video itu terjadi hari atau pekan ini dan berkaitan dengan Pemilu 2019.

“Ramai di medsos mengenai situasi KPU Sampang kacau dengan videonya, kami tegaskan itu kejadian Pilkada serentak 2018 yang diulangi dahulu, yang dimenangkan oleh bupati sekarang,” jelas Kabid Humas, Selasa (23/4/2019).

Kini, polisi tengah menyelidiki dan melakukan penelusuran siapa penyebar video meresahkan tersebut.

Dia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh apalagi ikut menyebarkan video itu.

“Sudah pasti (ditelusuri penyebarnya),” tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas