Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Potensi Ekonomi Garut Bsa Jadi Sumber Devisa kata Soetrisno Bachir

Kota Garut, Jawa Barat itu merupakan salah satu basis dari pesantren yang punya peran strategis untuk berkontribusi demi kemajuan negeri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Potensi Ekonomi Garut Bsa Jadi Sumber Devisa kata Soetrisno Bachir
dok pribadi Soetrisno Bachir
Soetrisno Bachir di Ponpes Zawiyah Tarekat Tijaniyah, Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Kota Garut,  Jawa Barat itu merupakan salah satu basis dari pesantren yang punya peran strategis untuk berkontribusi demi kemajuan negeri.

“Potensi ekonomi Garut yang bisa menjadi sumber devisa seperti jaket dan tas kulit yang berkualitas ekspor, minyak akar wangi dan pariwisata,” ungkap Ketua Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Soetrisno Bachir di Ponpes Zawiyah Tarekat Tijaniyah, Garut, Jawa Barat.

Di Ponpes yang diasuh DR. KH. Ikyan Badruzzaman itu, Soetrisno menjadi pembicara dalam acara dialog beratjuk “Strategi Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pesantren”.

Kali ini, Soetrisno menyinggung tentang pelaksanaan konsep “One Pesantren One Product” (OPOP) yang dapat menciptakan nilai tambah untuk produk lokal.

Melalui konsep tersebut, pesantren dinilai bisa berkontribusi dalam peningkatan daya saing ekonomi nasional. Garut sebagai salah satu basis pesantren, kata Soetrisno, bisa menyumbang peran untuk itu. Apalagi Garut punya potensi ekonomi luar biasa yang beragam jenis itu.

Dikatakan Soetrisno, sudah saatnya santri dibekali jiwa kewirausahaan dan pendampingan keterampilan agar bisa menjadi pengusaha tangguh yang mampu menciptakan produk unggulan bernilai ekspor.

Apalagi pemerintah punya agenda besar di sektor perdagangan untuk mengatasi defisit transaksi pedagangan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Salah satu kuncinya adalah meningkatkan daya saing,” kata Soetrisno.

Soetrisno optimistis Indonesia akan maju jika ditopang ekonomi yang tangguh dan punya daya saing ekonomi global. Dengan demikian, neraca perdagangan akan surplus, nilai tukar rupiah stabil dan makro ekonomi tetap tumbuh secara berkelanjutan. Pesantren berpotensi punya andil untuk itu.

Dengan jumlah pesantren yang mencapai sekitar 22 ribu dan santrinya sekitar 4 juta orang menjadi modal penting untuk mewujudkan daya saing industri dan ekonomi nasional yang tangguh. Oleh karena itu, pesantren menjadi penting dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional.

Dalam hal mencetak santri dengan keterampilan yang berkualitas, tenaga profesional yang berkarakter, berakhlak baik dan punya kompetensi.

“Juga mampu menjadikan Garut sebagai pusat keunggulan ekonomi lokal yang mampu mengolah komoditas potensial di sekitar pesantren agar mempunyai nilai tambah,” ujarSoetrisno.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas