Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Puluhan Korban Penipuan Calon Pegawai RSUD Salatiga Mengadu ke DPRD, Dimintai Duit Sampai Rp 95 Juta

Puluhan korban penipuan rekrutmen pegawai non-PNS Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Salatiga bersama kuasa hukumnya mendatangi kantor DPRD

Editor: Sugiyarto
zoom-in Puluhan Korban Penipuan Calon Pegawai RSUD Salatiga Mengadu ke DPRD, Dimintai Duit Sampai Rp 95 Juta
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo saat menerima audiensi 30 korban penipuan rekrutmen pegawai BLUD RSUD Salatiga bersama kuasa hukum Bambang Tri Wibowo di DPRD Salatiga, Senin (13/5/2019). 

Direktur RSUD Salatiga Sri Pamuji Eko Sudarko menyatakaan, pada September 2018 lalu RSUD memang melakukan rekrutmen pegawai non-PNS BLUD.

Rekrutmen dilakukan secara transparan dengan bekerja sama pihak ketiga yakni Universitas Negeri (Unes) Semarang.

"Kalau penjenengan menyebut nama Pak Sri Mulyono, memang benar beliau adalah Dewan Pengawas di RSUD. Tetapi masalah soal uang atau apa untuk menjadi tenaga BLUD RSUD kami tidak tahu-menahu dan itu kemungkinan oknum saja," sebutnya.

Anggota Dewan Pengawas RSUD Salatiga Sri Mulyono saat dikonfirmasi mengaku dirinya tidak terlibat dalam kasus itu.

Ia pun merasa tidak menerima uang seperser pun dari para korban.

"Mereka dan Mbak Sulistyorini datang dan menemui saya. Kemudian saya jelaskan soal semuanya rekrutmen di BLUD Salatiga.

Soal uang, saya tidak pernah menerima uang dari para korban. Semuanya lewat Sulistyorini tersebut. Sekali lagi saya tidak terlibat," jelasnya. (ris)

Berita Rekomendasi

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Korban Penipuan Calon Pegawai RSUD Salatiga Mengadu ke DPRD, Dimintai Uang Sesuai Jenjang Pendidikan

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas