Update Gempa di Sulut dan Maluku, BMKG Sebut Status Waspada di Minahasa Selatan
Terkait gempa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan status waspada tsunami di Sulut dan Maluku Utara (Malut).
Editor:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi bermagnitudo 7,1 menguncang Sulawesi Utara, Minggu (7/7/2019).
Gempa terjadi pada pukul 22.08 WIB. Terkait gempa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan status waspada tsunami di Sulut dan Maluku Utara (Malut).
"Dari hasil analisi BMKG, lokasi gempa 0.51LU,126.18BT, dengan kedalaman 10 kilometer. Peringatan dini tsunami di Sulut dan Malut," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Henry Mengko lewat pesan singkat, Minggu malam.
Pada peringatan dini pertama, Maluku Utara termasuk berpotensi tsunami.
“Pada peringatan dini pertama tsunami, Maluku Utara termasuk tingkat waspada, tapi hasil pembaruan kedua, tingkat kewaspadaan hanya bagian Minahasa Selatan, Sulawesi Utara,” kata Ketua BMKG Stasiun Geofisika, Ternate, Kustoro Heriyatmoko saat dihubungi.
Gempa dirasakan hingga beberapa daerah di Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Baca: BMKG Umumkan Gempa Magnitudo 7 di Ternate Berpotensi Tsunami
“Diimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” kata Kustoro lagi.
Gempa yang berlangsung cukup lama dan kencang membuat panik sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Griya Paniki Indah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Saat gempa terjadi, warga langsung keluar rumah. Saat sudah berada di luar rumah gempa masih terasa.
Tak hanya itu, dari grup WhatsApp BMKG, PVMBG, dan stakeholder menyebutkan, gempa sempat membuat air yang ada di baik air tumpah.
BMKG meminta warga tidak panik terkait gempa tersebut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hingga Minggu Pukul 23.58 WIB, BMKG Belum Cabut Status Waspada "
Baca tanpa iklan