Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Bahagianya Sahyun Sang Penjual Rujak Bisa Berangkat Haji Bersama Istri, Tiap Hari Nabung Rp 5.000

Sahyun (75) dan Kaidah (71) sedikit pun tak pernah menduga namanya dipanggil bersama istri untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Bahagianya Sahyun Sang Penjual Rujak Bisa Berangkat Haji Bersama Istri, Tiap Hari Nabung Rp 5.000
Kompas.com/Idham Khalid
Aktivitas Sahyun calon jemaah haji, saat berjualan rujak di taman Selong, Lombok Timur. KOMPAS.com/IDHAM KHALID 

"Kalau saya tugasnya membuat bumbu rujak, ngulek-ngulek sambal, dan pergi ke pasar membeli buah, seperti jambu, bengkoang, mangga, pepaya, dan buah yang lain," kata Kaidah yang berada di samping suaminya.

Aktivitas Sahyun calon jemaah haji, saat berjualan rujak di taman Selong, Lombok Timur. KOMPAS.com/IDHAM KHALID
Aktivitas Sahyun calon jemaah haji, saat berjualan rujak di taman Selong, Lombok Timur. KOMPAS.com/IDHAM KHALID (Kompas.com/Idham Khalid)

Sebelum berjualan rujak, bapak empat anak ini pernah menggeluti bermacam-macam pekerjaan, dari buruh, berjualan es, berjualan bakso.

Tetapi hal itu dirasanya bukan jalan terbaik untuk mengais rezeki. Hingga 2012, ia beralih menjadi tukang rujak sampai saat ini.

"Sebelum berdagang rujak, pekerjaan saya serabutan, dari tukang gergaji kayu, nyangkul di sawah orang, berjualan bakso sampai es, udah saya kerjakan. Tapi itu tidak lancar sehingga saya merasa nyaman berjualan rujak sampai sekarang," tutur Sahyun.

Pahlawan Keluarga

Rihayah (40), anak sulung Sahyun dan Kaidah, menyebut bapaknya adalah pahlawan bagi hidupnya.

Karena mereka lah yang sudah membesarkan dirinya bersama adik-adiknya yang lain.

"Bagi kami, bapak adalah pahlawan kami. Dia yang membesarkan kami. Setiap hari dia mendorong gerobak rujaknya, berangkat dari rumah menuju pangkalan di taman kota Selong," kata Rihayah dengan terharu biru.

Baca: Kakek 71 Tahun Tersangka Pencabulan, Aksinya Terungkap Setelah Korbannya Mengeluh Sakit Saat Pipis

Selama ini dia tidak mengetahui bahwa kedua orang tuanya menabung untuk haji dari hasil berjualan rujak.

"Kami tidak tahu bapak itu nabung untuk naik haji. Kami sangat kaget melihat dia, ternyata namanya sudah dipanggil dari Jakarta untuk menunaikan ibadah haji," kata Rihayah.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas