Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kabut Asap Karhutla di Riau Dinilai Belum Mengkhawatirkan

Kabut asap tersebar di Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

Kabut Asap Karhutla di Riau Dinilai Belum Mengkhawatirkan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah murid SD Negeri 29 dan 67 Jalan H Imam Munandar, Pekanbaru, Riau, menggunakan masker saat belajar di halaman sekolah, Rabu (31/7/2019). Hal ini dilakukan sejak adanya imbauan dari sekolah sehari sebelumnya agar para murid dapat terhindar dari penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap yang mulai menerpa Kota Pekanbaru. Imbauan menggunakan masker tersebut akan terus diberlakukan selama kabut asap masih ada. Tribun Pekanbaru/Theo Rizky 

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Sejak beberapa hari terakhir, beberapa wilayah di Provinsi Riau dilanda bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kabut asap tersebar di Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

Namun menurut Gubernur Riau, Syamsuar, kondisi kabut asap karhutla Riau saat ini belum mengkhawatirkan.

"Belum. Belum mengkhawatirkan. Kalau mengkhawatirkan asap banyak," sebut Syamsuar saat diwawancarai wartawan usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (31/7/2019).

Baca: Fakta Sampah Luar Negeri di Dekat TPA Burangkeng, Tidak Hanya Plastik, Tapi Juga Ditemukan Dollar

Dia selaku Komandan Satgas Karhutla Riau mengaku saat ini beberapa titik api sedang dilakukan pemadaman. Salah satunya kebakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan.

"Kami konsen pemadaman di Pelalawan. Kami harapkan segera padam. Kalau (titik api) di Siak sudah padam," sebut Syamsuar.

Mantan Bupati Siak ini, juga mengaku akan turun ke kampung-kampung untuk menyampaikan ke masyarakat terkait larangan membakar hutan dan lahan. Hal ini mengingat musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2019.

"Kami juga harus turun ke kampung-kampung, terutama ke desa-desa yang rawan terbakar. Jadi kami sampaikan langsung ke masyarakat supaya tidak membakar saat membuka atau membersihkan lahan," kata Syamsuar.

Baca: Ruben Onsu Angkat Betrand Peto Jadi Putranya, Suami Sarwendah Tak Lagi Idamkan Anak Laki-laki

Dalam waktu dekat ini, kata dia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Munardo, akan datang ke Riau untuk meninjau kanal bloking pencegahan karhutla.

"Kepala BNPB akan datang ke Sugai Tohor di Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk melihat kanal blocking. Dulu kan Bapak Presiden (Joko Widodo) juga pernah ke sini. Sungai Tohor itu salah satu bukti adanya kanal blocking yang bagus. Sehingga, di sana hampir tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karena gambut di sana basah," kata Syamsuar.

Sebelum kedatangan Kepala BNPB dan juga Badan Restorasi Gambut (BRG), Syamsuar terlebih dahulu meninjau ke lokasi.

"Saya besok mau nengok (kanal blocking) dulu ke Sungai Tohor, sebelum sama-sama dengan BNPB dan BRG juga hadir ke lokasi," tutup Syamsuar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur Riau: Kabut Asap Karhutla Belum Mengkhawatirkan"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas