Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ayah Terduga Teroris di Bekasi Blak-Blakan Soal Anak dan Menantunya

AR yang berasal dari Kabupaten Cianjur memang merantau ke Bandung lalu pindah Bekasi untuk mencari rezeki

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ayah Terduga Teroris di Bekasi Blak-Blakan Soal Anak dan Menantunya
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rosid (45), ayah dari terduga teroris AR (21). Tribun Jabar/Ferri AM 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Fidya Alifa Puspafirdausi

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Istri AR (21) terduga teroris Cianjur, S (19) latar belakangnya mencurigakan.

Saat keduanya ditangkap Densus 88, mereka baru sebulan menikah.

Ayah AR, Rosid (45) mengatakan baru dua kali bertemu dengan S.

Ia melihat S ketika anaknya meminta izin menikah dan di hari pernikahan.

Berukut sejumlah fakta :

1. Dua lebaran tidak pulang

Rekomendasi Untuk Anda

AR yang berasal dari Kabupaten Cianjur memang merantau ke Bandung lalu pindah Bekasi untuk mencari rezeki.

Ia jarang pulang ke kampung halaman di Kampung Sirnasari RT 06.06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur bahkan, sudah dua kali lebaran AR tak pulang-pulang.

2. Datang langsung ingin menikah 

Sekalinya pulang, AR justru meminta izin untuk menikah dengan S yang baru dikenalnya dua minggu.

Ketika bertemu S, Rosid mengatakan calon istri anaknya itu mengenakan pakaian tertutup dan bercadar hitam.

Baca: VIRAL Pria Berbusana Bercadar di Sukoharjo, Sempat Dikira Pencuri Motor Ternyata Punya Penyakit Ini!

"Sudah lama tak pulang, sekali pulang ia membawa seorang gadis bercadar hitam dan bilang minta izin untuk menikahinya," ucap Rosid.

3. Istri terduga teroris Kenakan Cadar 

Tak hanya itu, asal-usul S juga tak begitu jelas.

Rosid hanya mengetahui S berasal dari Cilacap dan bekerja di sebuah laundry di Depok.

"Saya mendapat jawaban calon istri anak saya orang Cilacap dan bekerja di sebuah laundry di Depok," katanya.

Setelah mendapat izin, penikahan antara AR dan S pun berlangsung di Bekasi.

Hal mencurigakan mengenai S tak sampai di situ.

Rosid mengaku belum pernah bertemu dengan orangtua S.

Ketika menikah juga, orangtua S tak hadir dan diwakili oleh orang lain.

"Orangtua calon istri anak saya tak hadir di Bekasi, jadi hanya wakil dari besan saja saat itu, hingga saat ini saya belum bertemu dengan besan," kata Rosid.

4. Penampilan Berubah

Rosid menyebut penampilan anaknya juga berubah.

Rambut AR dibiarkan gondrong terurai panjang.

Sifat AR Berubah

Pasangan suami istri terduga teroris Cianjur ditangkap di Perumahan Alamanda Regency, Jalan Nirwana II, Kelurahan Karang Satria, Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (23/9/2019) pagi.

AR (21) dan S (19) baru menikah sebulan yang lalu.

Keduanya merupakan terduga teroris Cianjur jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi yang terhubung dengan JAD Bandung.

Ayah AR, Rosid (45) baru mengetahui anaknya ditangkap setelah polisi datang ke rumahnya di Kampung Sirnasari, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Senin siang.

Ia kaget bukan main anaknya menjadi terduga teroris.

Baca: Kisah Cinta Segitiga Terduga Teroris Arsad, Sutiah dan Asep Roni

Istri Rosid, Nurjanah (43) begitu terpukul.

Ia memiliki riwayat penyakit jantung dan hanya bisa menangis setelah mendengar kabar anaknya ditangkap.

"Kaget sekali pak, saya tak tahu awalnya bagaimana, tak curiga dengan anak saya juga selama ini," ucap Rosid di rumahnya.

Rosid mengatakan anaknya itu merantau ke Bandung setelah lulus SMP untuk mencari pekerjaan.

Setelah bergonta-ganti pekerjaan, AR akhirnya mendapat tawaran kerja di Bekasi.

Ada perubahan kelakuan AR setelah ia pergi merantau.

Rosid mengatakan anaknya itu jarang pulang ke rumah bahkan tidak pulang ke rumah saat hari Lebaran.

Hal tersebut tak dilakukan AR.

Baca: Selain Berpuasa Tasua dan Asyura, Jangan Lewatkan Lebaran Anak Yatim di 10 Muharram, Ini Haditsnya

Biasanya, kata Rosid, anaknya itu tak pernah absen untuk berkumpul bersama keluarga di hari Lebaran.

"Sejak merantau, perbedaan yang saya rasakan mungkin jarang pulang, bahkan hari raya pun ia tak pulang, biasanya momen tersebut menjadi ajang berkumpul kami bersama keluarga," ucapnya.

Namun, Rosid masih positive thinking. Ia tak menaruh curiga pada sang anak.

Ia beranggapan anaknya tak pulang karena tak mempunyai ongkos untuk pulang.

Terlebih jarak dari tempat perantauan ke rumahnya jauh.

Ongkos perjalanan pun meningkat di hari Lebaran.

Rosid tak berpikir anaknya melakukan hal negatif.

Ia hanya berpesan agar anaknya pulang jika tak ada pekerjaan di perantauan.

Selain itu, terduga teroris asal Cianjur ini juga mengikuti pengajian.

Baca: Potret Roger Danuarta Berangkat Pengajian Bareng Ayah Cut Meyriska

Ketika ditanya materi apa yang dipelajari, jawaban AR tidak membuat Rosid curiga.

"Kalau saya bertanya materi apa yang ia ikuti di pengajian, ia selalu menjawab dari balik telepon mempelajari Alquran dan Assunah waljamaah," ucapnya.

Rosid menyebut anaknya ikut perkumpulan yang agenda pertemuannya rutin.

"Saya pikir seperti pengajian di kampung saja, saya selalu bilang untuk berhati-hati bergaul, anak saya selalu menjawab seadanya dan saya pun tak terlalu curiga," kata Rosid.

Komunikasi Rosid dan AR hanya dilakukan melalui telepon karena terbatas jarak.

Ia juga jarang menelepon sang anak karena penghasilannya sebagai kuli bangunan terbatas.

Merantau Cari Uang

AR tak melanjutkan lagi sekolah setelah tamat SMP.

Pemuda warga Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur ini langsung meminta kepada sang ayah, R (45) untuk pergi merantau ke kota mencari uang.

Melihat keinginan sang anak, ayah AR pun hanya bisa mendoakan agar AR sehat selama di perantauan mencari uang.

Di usianya yang masih remaja, AR pun membulatkan tekadnya untuk pergi ke Bandung.

Berbekal ijazah SMP, AR sempat kesulitan mencari pekerjaan dan harus bersaing dengan pencari kerja lain di kota besar yang kebanyakan lulusan SMA.

Lama mencari kerja, AR melipir ke daerah Cimahi dan mendapat pekerjaan sebagai pelayan toko oleh-oleh di rest area tol.

Baca: Sri Mulyani Senang Dengan Pembangunan Jalan Tol di Kota Masa Kecilnya

"Anak saya hanya tamat SMP, ia langsung ingin bekerja mencari uang mungkin ingin membantu saya yang hanya kuli bangunan ini, ia pamit ingin pergi ke Bandung dan tak melanjutkan sekolah," ujar ayah AR, Rosid (45).

Rosid yang tak sering menelepon karena penghasilannya terbatas, sempat mendapat keterangan anaknya berpindah-pindah pekerjaan di Bandung.

"Dari pelayan toko oleh-oleh di rest area, saya mendengar anak saya juga sempat bekerja di tempat pembuatan boneka di Rancamalang," ujar Rosid.

Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu, Rosid mendapat kabar anaknya pindah ke daerah Bekasi dan bekerja di tempat galon air kemasan isi ulang.

"Karena di rumah saya juga harus mengurus istri anak dan orangtua yang sudah lanjut, kadang saya hanya mendoakan anak saya sehat di tempat baru ia bekerja," kata Rosid.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas