Polisi Masih Cari Pelaku Pembunuhan yang Korbannya Ditemukan Terikat Rantai
Pihak Polres Langsa dibantu Tim Polda Aceh yang kini berada di lapangan untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan korban Asnawi
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Serambu Indonesia Zubir
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Polisi melakukan penyelidikan kasus terbunuhnya Asnawi, warga Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.
Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kapolsek Sungai Raya, Iptu Kun Hidayat, kepada Serambinews.com, Langsa, Senin (7/10/2019) menyebutkan, kasus kematian Asnawi, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Dalam proses penyelidikan kasus tersebut, jelas Kapolsek Sungai Raya, pihak Polres Langsa dibantu Tim Polda Aceh yang kini berada di lapangan untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan korban Asnawi.
Baca: Kasus Temuan Mayat dalam Karung, Polisi Duga Pelaku Bunuh Korban Lalu Buang Jasad di Saluran Irigasi
"Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap, kita juga berharap dukungan masyarakat jika ada informasi-informasi berharga terkait kasus kematian Asnawi ini, agar segera melapor," imbuh Kapolsek Sungai Raya.
Sebelumnya dilaporkan, mayat lelaki yang diduga korban pembunuhan yang ditemukan di alur sungai, Dusun Cempaka, Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, ternyata Asnawi (37).
Kondisi korban saat ditemukan terikat dengan rantai.
Baca: Pelaku Pembunuhan Sopir Angkot di Depok Ditangkap Saat Sedang Makan Nasi Uduk Bareng Pacar
Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kapolsek Sungai Raya, Iptu Kun Hidayat, kepada Serambinews.com, mengatakan jenazah korban telah teridentifikasi bernama Asnawi (37), beralamat Dusun Keude, Desa Rantau Seulamat, Aceh Timur.
"Keluarga korban juga sudah melihat ke RSUD Langsa dan memastikan bahwa jenazah ini adalah keluarga mereka. Asnawi ini berstatus nelayan," jelas Kapolsek.
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Polisi Masih Buru Pelaku Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Terikat Rantai