Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tekan Kenakalan Remaja, Bhabinkamtibmas Polres Sleman Masuk ke Pengajian Ibu-ibu

Ia menjelaskan orang tua kerap memberikan fasilitas fisik sebelum waktunya kepada anak, dimana itu justru menjadi sumber kenakalan remaja.

Tekan Kenakalan Remaja, Bhabinkamtibmas Polres Sleman Masuk ke Pengajian Ibu-ibu
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Bhabinkamtibmas Polres Sleman, Aiptu Ifanudin, saat ditemui di Polres Sleman, Jl Magelang, Sleman, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Bhabinkamtibmas Polres Sleman, Aiptu Ifanudin, memiliki cara unik untuk menekan kenakalan remaja di kawasan dirinya bertugas.

Ifanudin menyatakan pihaknya menekan angka kenakalan remaja dengan cara memasuki pengajian ibu-ibu. Pasalnya, ia menilai ada jarak antara orang tua dengan anak-anak pada saat ini.

"Sebenarnya berawal dari keprihatinan kami dengan perilaku remaja sekarang, perilaku remaja sekarang itu kan ke dalam bahasa kelebihan energi dan orang tua dengan anak itu sekarang ada jarak," ujar Ifanudin, di Mapolres Sleman, Jl Magelang, Sleman, Jumat (11/10/2019).

Ia menjelaskan orang tua kerap memberikan fasilitas fisik sebelum waktunya kepada anak, dimana itu justru menjadi sumber kenakalan remaja.

Baca: Prabowo Dijadwalkan Bertemu Jokowi di Istana Sore Ini

Contohnya, kata dia, mereka diberikan motor dan handphone sebelum waktunya sehingga memudahkan mereka berbuat kriminal atau melawan hukum.

"Dari keprihatinan itu kami kemudian membuat inovasi salah satunya adalah dari tahun 2006, kami mendekati ibu-ibu dengan cara masuk ke pengajian-pengajian dan menyampaikan tentang yang terjadi remaja saat ini," kata dia.

Cara itu terbukti berhasil menekan angka kenakalan remaja. Menurutnya, dahulu di tiap dusun atau desa hampir selalu ada remaja atau orang yang mengkonsumsi minuman keras. Namun, upaya dari Polres Sleman di kawasannya membuat semua itu berubah.

"Dulu tahun 2015 ke bawah itu hampir di setiap sudut dusun banyak orang yang meminum minuman keras, sekarang orang tua sudah tahu, remaja sudah tahu sekarang sudah tidak ada," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas