Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

17 Paus Terdampar di Pantai Koloudju NTT, BKKPN Kupang Beri Penjelasan Soal Sebab

Tujuh belas ekor paus terdampar di Pantai Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

17 Paus Terdampar di Pantai Koloudju NTT, BKKPN Kupang Beri Penjelasan Soal Sebab
Pos Kupang/Alfred Dama
Ikan paus terdampar di Pantai Koloudju Desa Menia, Kaupaten Sabu Raijua. 

TRIBUNNEWS.COM - Tujuh belas ekor paus terdampar di Pantai Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, mengungkap penyebab terdamparnya 17 ekor paus tersebut

Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji, mengatakan, Perairan Sabu Raijua merupakan salah satu daerah distribusi mamalia laut terutama lumba-lumba dan paus.

Baca: Demi Wanita Simpanan, Suami Sewa Pembunuh Bayaran Rp 20 Juta untuk Habisi Nyawa Istrinya

Baca: Klaim Punya Jam Rolex Harga Rp 130 Juta yang Ternyata Abal-abal, Barbie Kumalasari Merasa Ditipu

Baca: Padahal Punya Jet Pribadi, Anaknya Sandra Dewi Malah Ngebet Naik Bajaj

Berdasarkan catatan BKKPN Kupang lanjut Ikram, kejadian stranding atau terdamparnya mamalia di Sabu Raijua selalu terjadi di wilayah utara dan selatan pulau Sabu dengan kisaran waktu dua tahun, yakni pada Bulan Mei dan Oktober.

Menurut Ikram, karakteristik perairan berkarang dan luasnya daerah intertidal yang didominasi oleh tipe fringging reef, memudahkan paus mengalami stranding jika memasuki daerah intertidal pada saat pasang tertinggi.

Pola kejadian terdamparnya paus di bagian utara dan selatan Sabu Raijua, hampir sama yaitu paus memasuk kolam air di belakang fringing reef yang terdapat ikan kecil dan plankton.

"Setelah air surut, paus yang berukuran besar ini sulit kembali dan mengalami kekeringan sehingga sebagian tubuh bagian atas berada pada udara terbuka dan terkena sinar matahari sehingga akan mengalami dehidrasi dan kehilangan energi," ungkap Ikram kepada Kompas.com, Sabtu (12/10/2019) petang.

Belasan paus itu lanjut Ikram, jenis paus pilot yang berukuran 3,40 hingga 4,40 meter. Dari 17 paus kata Ikram, pemerintah dan masyarakat berhasil menyelamatkan 10 ekor paus.

Namun tujuh ekor tidak dapat diselamatkan, karena keterbatasan sarana dan kondisi perairan surut terendah.

"Paus yang mengalami kematian, disebabkan karena berada terlalu lama di udara terbuka pada saat surut, sehingga diduga dehidrasi dan pada bagian tubuh mengalami luka lecet, akibat benturan pada batu karang pada saat dievakuasi, menunjukan ada kesalahan cara penanganannya,"ungkap Ikram.

Diambil dagingnya Ikram mengatakan, dari tujuh ekor paus yang mati, satu ekor dipotong dan diambil dagingnya oleh masyarakat.

Setelah diberikan pemahaman dan pengamanan oleh Polsek Sabu Barat, maka enam ekor bangkai paus dapat diamankan untuk dilakukan proses penguburan di sekitar lokasi tersebut.

Sebelum proses penguburan, dilakukan upacara ritual sesuai adat masyarakat setempat, untuk menentukan lokasi kubur, agar paus tidak kembali stranding di perairan pantai Desa Meniak.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Penyebab 17 Paus Terdampar di Perairan Sabu Raijua NTT

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas